TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, menjalin kerja sama pemberdayaan ekonomi dan social budaya masyarakat. Jalinan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra dengan Rektor UTU Meulaboh, Prof Dr Jasman J Ma`ruf di ruang rapat lantai II Kantor Bupati, Tapaktuan, Selasa, 13 Desember 2016.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama ini selain disaksikan langsung Sekretaris daerah (Sekda) Aceh Selatan, H Nasjuddin dan Wakil Rektor UTU Bidang Akademik, Perencanaan dan Kerjasama, Dr Ir Alfizar juga dihadiri sejumlah pejabat utama UTU serta Kepala SKPK terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan.

Berdasarkan salinan MoU yang diperoleh wartawan, maksud dan tujuan kesepakatan kerja sama tersebut untuk membuat sebuah komitmen yang dapat  menyelaraskan pelaksanaan pemberdayaan ekonomi dan social budaya masyarakat Aceh Selatan.

Selain itu, juga untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para pihak dengan mengoptimalkan penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan technology dibidang pemberdayaan ekonomi, social dan budaya untuk menunjang pembangunan Aceh Selatan yang berkelanjutan yang salah satunya melalui program pengembangan sumber daya manusia dibidang pendidikan.

Ruang lingkup kerjasama ini meliputi pengembangan dan meningkatkan potensi sumber daya alam melalui penyelenggaraan penelitian dan pengkajian. Perencanaan pembangunan yang tepat, terarah, terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan rencana strategis UTU dan RPJM Aceh Selatan termasuk advokasi dalam rangka reformasi birokrasi Pemkab Aceh Selatan.   

Untuk merealisasikan kesepakatan kerjasama tersebut, UTU Meulaboh sebagai pihak pertama berkewajiban melaksanakan pengembangan pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan. Selain itu, UTU Meulaboh juga akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan social budaya di Kabupaten Aceh Selatan sesuai dengan potensi daerah dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah tersebut.

Sedangkan Pemkab Aceh Selatan sebagai pihak kedua, berkewajiban membantu pihak pertama dalam melakukan pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta menyiapkan sarana dan prasarana serta regulasi untuk mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi dan social budaya masyarakat setempat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Pemkab Aceh Selatan.

Segala kebutuhan biaya yang ditimbulkan dalam merealisasikan kesepakatan kerjasama tersebut dibebankan kepada masing-masing pihak. Kesepakatan kerjasama ini berlaku selama 5 tahun yang dimulai sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2021.

Dalam sambutannya, Rektor UTU Meulaboh, Prof Dr Jasman J Ma`ruf mengatakan kampus UTU yang dinegerikan dua tahun lalu telah melakukan pengembangan sangat siginifikan. Hal itu dibuktikan dari sebelumnya saat masih berstatus swasta hanya memiliki enam program study sekarang ini sudah mencapai 16 program study dengan jumlah mahasiswa sudah mencapai 7.000 orang.

Untuk menjawab persoalan masyarakat Aceh khususnya masyarakat di Pantai Barat Selatan, kata Prof Jasman, dalam menjalankan program pendidikan UTU Meulaboh lebih focus melakukan pengkajian dan penelitian khususnya terkait sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

“Kami perlu banyak mendapat temuan ilmu – ilmu baru dilapangan melalui penelitian dan pengkajian masaalah yang dihadapi masyarakat petani. Dengan banyak dilakukan penelitian dan pengkajian maka kami pun akan mampu mencari formulasi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya dibidang pertanian. Salah satu contohnya di Aceh Selatan adalah masalah penyakit atau serangan hama tanaman Pala yang sudah sangat meresahkan petani selama ini. Maka penelitian masalah hama pala menjadi titik fokus UTU,” kata Prof Jasman J Ma`ruf.

Ketertarikan pihaknya menjadikan persoalan hama Pala menjadi titik fokus penelitian, menurut Prof Jasman disamping persoalan tersebut menyangkut hajat hidup mayoritas masyarakat petani di daerah itu, juga di dukung dengan program Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra yang selama ini sangat concert atau serius mencari solusi untuk menangani penyakit yang sudah memusnahkan ribuan hektar tanaman Pala milik masyarakat di daerah itu.

Selain masalah tanaman Pala, sambung Prof Jasman, pihaknya juga akan memfokuskan penelitian dibidang pertanian guna memperluas lahan sawah serta meningkatkan produksi gabah dari yang ada sekarang ini. “Untuk bidang pertanian ini, ke depannya UTU Meulaboh akan menghadirkan sebuah inovasi baru yakni Farmasi Herbal. Ini merupakan sebuah temuan baru yang dihasilkan oleh pihak kampus UTU,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik serta merespon positif gagasan atau ide yang di cetuskan pihak UTU Meulaboh menjalin kerjasama bidang pemberdayaan ekonomi dan social budaya masyarakat dengan pihaknya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Selatan menginginkan bahwa bentuk kerjasama yang dijalin dengan UTU hendaknya harus lebih spesifik lagi yakni kerjasama penelitian dan pengkajian antara SKPK terkait langsung dengan pihak Fakultas tertentu di UTU.

“Sebab kerjasama yang telah kita tandatangani ini sifatnya masih umum, saya menginginkan ke depannya bentuk kerjasama yang kita jalin harus lebih spesifik yakni SKPK terkait langsung berhubungan dengan pihak fakultas tertentu di UTU sehingga program yang akan di laksanakan lebih fokus,” pinta Bupati.[]

Laporan Hendrik