LHOKSUKON — Sebanyak 13 rumah yang rusak akibat bencana angin puting beliung di Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, dibangun kembali oleh Pemkab Aceh Utara. Bencana itu terjadi pada Sabtu, 25 November 2017 lalu.
Proses pembangunan rumah dilakukan dengan dana tanggap darurat senilai Rp 200 juta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.
Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, T Nadirsyah kepada portalsatu.com/ mengatakan, pembangunan rumah secara simbolis diserahkan Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek Mad. Disaksikan Ketua DPRK Aceh Utara H. Ismail Andi Jalil atau Ayah Wa. Turut hadir di lokasi, Muspika Baktiya Barat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
“Ada lima rumah warga yang roboh atau rusak parah akibat puting beliung dan dibangun kembali, yaitu milik Erwin Basari, 44 tahun, Tarmizi Ibnu Ali, 42 tahun, Basari Hasan, 69 tahun, Abdul Hamid, 47 tahun, dan Ridwan, 38 tahun. Sementara delapan rumah lainnya yang rusak sedang dan ringan, direhab. Ini dilakukan dengan dana tanggap darurat Rp200 juta,” ujar Nadirsyah, Jumat, 29 Desember 2017.
Selain itu, kata Nadir, Bupati Aceh Utara juga memberikan bantuan dana Rp2 juta, untuk masing-masing keluarga yang menjadi korban angin puting beliung.
“Bupati juga akan membangun dua rumah kaum duafa di gampong setempat dengan uang pribadinya. Bupati berharap para korban dapat menerima musibah yang telah terjadi ini sebagai cobaan dari Allah Swt,” kata T. Nadirsyah.[]


