BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mulai menyalurkan bibit kopi program GERETEK kepada petani. Jumlah bibit yang akan disalurkan mencapai 2.800.000 dengan luas lahan 2.800 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues melalui Kabid Perkebunan Ridwan, S.T., Senin, 2 November 2026, mengatakan penyaluran perdana sudah dilakukan di Kecamatan Blangjerango pada 1 November 2026.

“Untuk program hilirisasi perluasan lahan berjumlah 2.500 hektare dengan jumlah 2.500.000 bibit, sedangkan untuk peremajaan kopi luasnya 300 hektare dengan jumlah 3.000 bibit,” kata Ridwan.

Setiap satu hectare (Ha) lahan, pemerintah membantu 1.000 bibit kopi ditambah uang ongkos lubang sebesar Rp1.100.000. Bantuan pemerintah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga di masa akan datang.

“Untuk penyaluran bibit kopi tahap pertama ini hanya untuk 174 kelompok yang telah lulus verifikasi. Di antaranya, di Kecamatan Blangjerango, Kutapanjang, Blangpegayon, dan Kecamatan Dabun Gelang,” ujar Ridwan.

Sementara untuk kecamatan lainnya akan disalurkan tahap kedua, atau sebelum tahun anggaran 2026 berakhir. Bagi petani penerima bantuan bibit tersebut diharapkan benar-benar menanam dan merawat kopi dengan baik, sehingga bisa memperbaiki ekonomi keluarga di masa depan.[]