LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe akan menerbitkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada pemerintah gampong untuk mendukung dan menyukseskan pengajian Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) Mazhab Syafi’i di setiap gampong.
“Dan nantinya gampong akan menganggarkan alokasi dana gampong (ADG) untuk pembangunan Balai Tinggi di setiap gampong dalam wilayah Lhokseumawe,” ujar Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas Syariat Islam, Dr. Anwar, pada acara memperingati Haul ke-1236 wafat Imam Syafi'i, di Kompleks Balai Tinggi, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat, 5 April 2019.
Wali Kota Lhokseumawe berharap peringatan Haul Mazhab Syafi’i akan menjadi role model dengan menggemakan tekad kesuburan iklim kehidupan agama menuju Negara Pancasila se-Nusantara yang Rahmatan lil a’lamin.
“Oleh karena itu, untuk dapat menjadi Kota Lhokseumawe sebagai Kota Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i, diperlukan kerja sama dan ikhtiar dari semua elemen masyarakat terutama orangtua, masyarakat sekitar, unsur pendidikan, budayawan, pelaku dunia usaha, alim ulama, dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak menuju sumberdaya manusia yang memiliki daya saing di masa mendatang,” ujarnya.
Sebagai ilustrasi, kata Wali Kota Lhokseumawe, Islam masyhur di Samudra Pasai pada masa lalu berlandaskan pada ajaran Alquran dan Alhadis dengan ilmu Mazhab Syafi’i, yang dikembangkan oleh Sultan Malikussaleh sampai ke Nusantara hingga Asia Tenggara.
“Malikussaleh mengembangkan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i dengan mempersatukan umat dengan menggemakan belajar kitab kuning di seluruh Nusantara dan Asia Tenggara,” katanya.
Untuk mengembalikan kejayaan itu, melalui peringatan Haul pada hari ini, wali kota mengajak semua elemen untuk mengaktualisasikan perilaku dan nilai-nilai Tarbiah Islamiah Mazhab Syafii di Kota Lhokseumawe.
“Lebih dari itu, harapan kami semua komponen masyarakat dapat mendukung dan menggemakan belajar kitab kuning peninggalan ulama-ulama Mazhab Syafi’i di rumah, balai pengajian, meunasah, masjid dan dalam lingkungan Satuan Kerja Perangkat Kota Lhokseumawe. Sehingga daerah ini akan menjadi sebuah negeri yang penuh kedamaian, aman, tentram menuju kesejahteraan rakyat,” ujar wali kota.
Diberitakan sebelumnya, jamaah Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) memperingati Haul ke-1236 wafat Imam Syafi'i, di Kompleks Balai Tinggi Tarbiah, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat, 5 April 2019.
Kegiatan itu dihadiri Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua), Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPRK Lhokseumawe M. Yasir, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Dandim Aceh Utara Letkol Inf. Agung Sukoco, Kepala Dinas Syariat Islam Lhokseumawe Dr. Anwar, pejabat mewakili Danrem-011/Lilawangsa, pejabat mewakili Kapolres Lhokseumawe, Muspika Muara Dua, para imum mukim dan geuchik, serta jamaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i.
Ketua Panitia Peringatakan Haul wafat Imam Syafi’i, Heri Maulana, dalam laporannya mengatakan, “Alhamdulillah saat ini berkat antusias sebagian masyarakat, Balai Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i sudah tersebar di sejumlah titik. Di antaranya, 8 gampong di wilayah Aceh Utara dan 4 gampong di Lhokseumawe”.
“Pendidikan Islam Mazhab Syafi'i bertujuan membina moral dan akhlak serta mambangun semangat, rasa persatuan dan ukhuwah. Dengan mengaji di balai-balai yang berbilik kecil, secara langsung mengarah pada proses belajar-mengajar ke metode Talaqqi. Metode ini telah terbukti paling efektif, untuk pemula dan semua tingkatan. Waktu, usia, dan lain sebagainya tidak lagi menjadi alasan untuk tidak menuntut ilmu,” ujar Heri Maulana yang juga Camat Muara Dua.
Heri melanjutkan, acuan yang dibangkitkan kembali oleh Abati Banda Dua (Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i) diserahkan kepada pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai salah satu program prioritas guna menunjukkan wujud tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyat.
“Pada tataran konsep, ini telah diterima oleh Wali Kota pada 5 September 2015 dengan menobatkan ‘Kota Lhokseumawe sebagai Kota Tarbiah’,” kata Heri.(Baca: Jamaah Tarbiyah Islamiyah Peringati Haul Imam Syafi'i di Kandang)[]





