BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengirimkan guru-guru untuk belajar ke Malaysia. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, saat membuka sosialisasi Program Pendidikan S2 dan S3 University Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak Malaysia, di Aula Lantai IV, Gedung A, Balai Kota Banda Aceh, Selasa, 16 Januari 2017.
Sosialisasi ini dihadiri langsung Dekan Fakultas Pendidikan dan Pembangunan Manusia UPSI, Prof. Dr. Siti Eshah binti Mukhsin dan sejumlah dosen dari negeri jiran tersebut. Hadir juga Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd. dan jajarannya.
Kata Zainal Arifin, kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari SDM yang andal, berkualitas, dan bertanggung jawab. Karenanya, untuk menciptakan kualitas SDM tersebut, diperlukan sistem dan pengelolaan pendidikan yang lebih profesional melalui jalur akademis.
“Hal ini sejalan dengan misi Pemko Banda Aceh, yaitu pendidikan merupakan hal utama dalam memajukan suatu daerah. Karenanya, meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh ke arah yang lebih baik menjadi fokus kami,” ungkap sosok yang akrab disapa Keuchik Zainal ini.
Lanjut Keuchik Zainal, guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang harus lebih peka dan memahami informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh dan berkembang. Ini karena di masa depan, guru bukanlah satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
“Jadi kesempatan melanjutkan program pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan ilmunya dapat disebarkan ke peserta didik nantinya,” katanya.
Informasi dari Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd., tahun ini Pemko akan kembali mengirimkan sejumlah guru belajar ke Fakultas Pendidikan dan Pembangunan Manusia UPSI, Perak Malaysia.
“Kita akan kirim guru belajar ke UPSI program Prodigy, tentu kita seleksi dulu. Jumlahnya belum kita tentukan karena kita lihat kurs ringgit dulu,” ujar Syaridin.
Katanya, 2017 lalu juga telah dikirimkan guru SMP sebanyak 32 orang. Untuk 2018 yang akan dikirimkan adalah guru PAUD dan SD.
“Semua ini kita lakukan sesuai dengan cita-cita pemerintahan Amin-Zainal yang ingin terus meningkatkan kualitas pendidikan di Banda Aceh sebagai kota pendidikan di Aceh,” kata Syaridin.[] (*sar)




