BANDA ACEH Pemko Banda Aceh diminta mencari solusi bagi masyarakat terkait rencana pemindahan jaringan pipa PDAM Tirta Daroy di lokasi pengerjaan proyek Fly Over (Jembatan Layang) Simpang Surabaya. Pasalnya, pemindahan pipa itu diperkirakan akan berdampak pada terhentinya pasokan air bersih kepada puluhan ribu masyarakat Banda Aceh selama beberapa hari.
Itu sebabnya, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) diminta melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sehingga bisa mempersiapkan diri sebelum pengerjaan itu dilakukan.
Jadi, dengan adanya sosialisasi dari hari apa ke hari apa atau tanggal berapa ke tanggal berapa pemutusan jaringan, masyarakat bisa menampung sejumlah air terlebih dahulu, dan bisa berhemat semasa pekerjaan pergantian pipa dilakukan, ujar Sekretaris Komisi A DPRK Banda Aceh Zulfikar Abdullah melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Selasa, 1 November 2016.
Zulfikar juga menyarankan PDAM mengoperasikan mobil-mobil tangki air untuk secara aktif masuk ke gampong-gampong memasok air bersih. Ia berharap agar pemko memperkecil efek yang ditimbulkan dari pembongkaran pipa tersebut.
Ketika pemko meminta pengertian dari masyarakat akibat dari pengerjaan ini, maka pemko juga harus mengerti dengan kondisi yang dibutuhkan masyarakat. Memang dampak tidak bisa dihindari, tapi bisa diminimalisir, ujarnya.
Zulfikar mengaku mendukung agar pekerjaan pemindahan pipa tersebut secepatnya diselesaikan, sehingga segala dampak dari pengerjaan fly over juga cepat teratasi.
Karena sebelumnya diberitakan bahwa PDAM dan juga PLN menjadi salah satu sumber penghambat pengerjaan proyek fly over, maka kita harapkan ini bisa segera diatasi penghambatnya itu, pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.[] (rel)



