LHOKSEUMAWE – Pemko Lhokseumawe mengalokasikan Rp600 juta untuk bikin Ruang PINERE Covid-19 di lokasi eks-SMP 1 Arun di Batuphat, dan Ruang Isolasi OTG di Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu.
Anggaran Rp600 juta tersebut akan diambil dari bantuan keuangan Pemerintah Aceh kepada Pemko Lhokseumawe yang totalnya senilai Rp15 miliar untuk antisipasi dan penanganan dampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Informasi diperoleh portalsatu.com/, Pemko Lhokseumawe mengalokasikan anggaran Rp15 M itu untuk kegiatan di empat Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK). Yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP), dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM).
Baca juga: Bantuan Keuangan Covid-19 dari Pemerintah Aceh: Lhokseumawe 15 M, Aceh Utara 10 M
Dari Rp15 M itu, Rp600 juta direncanakan untuk menyiapkan sekitar 14 Ruang Rawat PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) Pasien Covid-19 di eks-SMP 1 dalam Kompleks Perumahan PT Arun yang selama ini digunakan Dayah Ma’had Ta’limul Quran (Mataqu).
Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, membenarkan hal itu saat ditemui portalsatu.com/ di Masjid Jamik Lhokseumawe, Selasa, 22 September 2020. Namun, menurut T. Adnan, sebagian dari anggaran Rp600 juta itu untuk penyiapan Ruangan Isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 dalam bangunan yang dahulunya direncanakan akan difungsikan untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ), di Blang Panyang.
“Dialokasikan iya 600 juta untuk dibuat Ruang Rawat PINERE, termasuk Ruang Isolasi OTG juga dari dana itu. Tapi untuk kepastiannya berapa dibutuhkan dana, baru akan diketahui setelah kita turun ke lapangan besok (Rabu),” ujar T. Adnan.
T. Adnan menjelaskan, tim Pemko Lhokseumawe akan turun ke lokasi eks-SMP 1 Arun bersama konsultan perencanaan dan didampingi Pimpinan Dayah Mataqu.
Menurut T. Adnan, bekas SMP Arun itu merupakan aset Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang sudah diserahkan kepada Pemko Lhokseumawe. Dia menyebut Pemko Lhokseumawe sudah beberapa tahun lalu merencanakan bangunan itu untuk pengembangan Rumah Sakit Arun yang dikelola Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL).
“Karena selama ini belum dipakai Rumah Sakit Arun maka boleh digunakan (Dayah) Mataqu. Tapi karena instruksi Gubernur, kita harus menyiapkan Ruang PINERE Pasien Covid-19 maka kita rencanakan akan dibuat di eks-SMP itu. Namun, kalau pun kita gunakan tidak seluruhnya. Cukup saja ada ruangan rawat inap, ruang lab, sesuai persyaratan yang ditentukan, 10 persen dari jumlah ruangan yang ada di rumah sakit. Ruangan di Rumah Sakit Arun sekitar 130 sekian. Jadi, 10 persen sekitar 14 ruangan. Itu wajib sediakan (untuk Ruangan PINERE). Jika tidak terpakai semua ruangan, silakan digunakan Mataqu,” kata T. Adnan.
Ditanya apakah kondisi tersebut tidak akan berdampak buruk bagi santri Dayah Mataqu jika mereka masih tinggal di bekas SMP itu, T. Adnan mengatakan, “Tentu saja tidak, karena ruangnya terpisah. Dan jika nantinya ada pasien yang dimasukkan ke Ruang PINERE itu, dia tidak boleh kontak lagi dengan orang di luar selama dirawat di situ. Perawatnya juga khusus, disaturumahkan, diberikan asrama di kompleks perumahan itu”.
Lantas, apa solusi dari Pemko Lhokseumawe jika setelah dibuat Ruang PINERE di eks-SMP Arun ternyata sisa ruangan tidak mampu lagi menampung ratusan santri Dayah Mataqu? “Ini yang harus kita cari solusi, kita duduk dengan LMAN. Besok, saat kita turun ke lapangan juga ada pihak LMAN. Mungkin kita minta gedung kalau bisa sebagian (santri Mataqu) menempati ruangan mess di kompleks itu, karena fasilitas mereka di Alue Lim belum mampu menampung semua santri dari Arun itu. Artinya, pemko tentu akan mengambil langkah yang bijak,” ujar Sekda Lhokseumawe itu.
Menurut T. Adnan, awalnya Pemko Lhokseumawe merencanakan Ruang PINERE akan dibuat dalam gedung yang dahulunya dibangun untuk RSJ di Blang Panyang. “Awalnya mau dibuat di tempat karantina OTG itu, ternyata Ruang PINERE tidak boleh jauh dari rumah sakit, harus berdekatan, kalau ada apa-apa cepat bertindak. Makanya eks-SMP Arun itu sekarang sangat dibutuhkan untuk Ruang PINERE,, karena lokasinya sangat dekat dengan Rumah Sakit Arun,” tuturnya.[](red)
Lihat pula: Wali Kota Lhokseumawe Minta Dayah Mataqu Kosongkan Eks-SMP 1 Arun, Mendadak?





