BANDA ACEH – Pemuda Pembela Hak Masyarakat Laweueng (PPHML) meminta manajemen Pabrik Semen Indonesia agar mempekerjakan setidaknya sekitar 80 persen pemuda Laweung jika pabrik itu beroperasi di Laweung, Pidie.

''Apabila tidak dilibatkan pemuda Laweueng maka kami akan menduduki atau mengahalangi pekerjaan mereka,” ujar Koordinator PPHML AK Jailani, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com Rabu, 20 April 2016.

Lebih lanjut AK Jailani menambahkan, pemuda Laweueng menuntut hak sebagai pemuda dan pemilik wilayah setempat. Jangan sampai kondisi mereka seperti buya krueng teudong-dong buya tamong meuraseuki.

''Jadi pihak manajemen sebelum mengambil langkah lebih jauh, lebih baik membuka jalur komunikasi dengan kami sebagai pemuda Laweueng, ini pun kalau ada niat baik dari perusahaan. Dan kami tidak tinggal diam dan kami perjuangkan sampai titik hayat terakhir,” katanya.

Sebenarnya kata dia, tidak ada persoalan dan masalah yang timbul saat ini. Hanya saja menurutnya, pihak manajemen tidak membuka akses informasi kepada masyarakat.[](ihn)