BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengutuk tindakan penembakan Muchlisin, 31 tahun, yang terjadi di Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa, 6 Desember 2016. Pasalnya korban dibunuh tepat di depan mata si buah hati yang masih berusia 3 tahun.
Seperti diketahui, korban ditembak tepat di pelipis mata bagian kanan. Setelah penembakan, korban tergeletak begitu saja di sebelah sepeda motornya.
Saat ditemukan, helmet sepeda motor korban masih terpakai olehnya dengan kondisi telungkup. Sedangkan sang anak menangis ketakutan melihat sang ayah telah meregang nyawa.
Kejahatan ini dapat menimbulkan trauma psikologis yang cukup berat terhadap si anak, karena si ayah dihabisi tepat di depan matanya sendiri. Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah Aceh siap mendampingi anak korban dalam pemulihan trauma,” kata Ketua PWPM Aceh, Munawarsyah, dalam rilis yang diterima portalsatu.com, Rabu, 7 Desember 2016.
Munawarsyah juga mengatakan pihaknya bersedia menanggung biaya hidup anak korban penembakan tersebut.
“Jika wali mengizinkan, kami juga bersedia menanggung biaya hidup dan sekolah anak korban hingga ke jenjang perguruan tinggi ujarnya.
Terkait dengan kasus ini, PWPM Aceh meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan biadab ini. Mereka juga meminta polisi untuk menghukum pelaku setegas-tegasnya.[]



