BANDA ACEH – Puluhan Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kota Banda Aceh Mengikuti Training Ideopolitor (Pendidikan Ideologi, Politik dan Organisatoris) Pemuda Muhammadiyah yang dipusatkan di Ruang Training Centre Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh, Ahad, 22 Mei 2016.

 

 Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Banda Aceh, Taufik Riswan Al-Masyitah, melalui Sekretaris Sumarli, S. Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut salah bentuk kegiatan penguatan kapasitas bagi aktivis Muda yang bergabung dalam Pemuda Muhammadiyah.

“Kegiatan untuk memberikan kerangka etis bersifat ideologis, yakni Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai nilai dasar utama dalam area perjuangan dan pergerakannya, baik ruang politik maupun kultur organisatoris. Bagi Pemuda Muhammadiyah, berpandangan bahwa islam menyangkut seluruh aspek kehidupan, mulai dari aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalat duniawiyah yang menyatu dalam satu kesatuan gerak bagi setiap aktivis yang berhimpun didalamnya,” katanya.

                Sumarli melaporkan “Training Ideopolitor Pemuda Muhammadiyah, yang diselenggarakan Sabtu-Minggu (21-22 Mei 2016) mengambil tema “Peneguhan Jati Diri Kaum Muda, Menuju Islam Berkemajuan”.

Para narasumber, kata dia, Tgk. Sultan Muhammad Rusdy (Ketua PDM Kota Banda Aceh), dengan Materi Sejarah Pemikiran Tokoh-tokoh Islam dalam Membangun Peradaban Islam yang sebanar-benarnya.

Pemateri kedua, Ust. Nyak Arief Fadhillah Syah (Mantan Ketua PW. Pemuda Muhammadiyah Aceh) dengan Materi Peneguhan Ideologi dan Jati Diri Pemuda Muhammadiyah. Narasumber ketiga, Bung Saifuddin A Malik (Mantan Presiden Mahasiswa, dan juga Tokoh Pemuda Muhammadiyah Aceh), dengan Materi Dinamika Kepemimpinan dan Organisatoris Kaum Muda di Muhammadiyah.

Acara tersebut, kata dia, difasilitasi oleh tim fasilitator/instruktur, Bung Ardi Martha, Bung Pujiaman Zulfikar, Bung Sudarliadi dan Bung Adi Saleh dan Bung Akmalul Riza.

“Pemuda Muhammadiyah adalah Organisasi otonom Muhammadiyah, yang merupakan gerakan Islam, amar ma’ruf nahi munkar, dan bersumber pada Al-Quran dan Assunnah, dengan tujuan menghimpum, membina dan menggerakkan potensi pemuda islam demi demi terwujudnya kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa dalam rangkat mencapai tujuan Muhammadiyah,” katanya.[]

Penulis: Sudarliadi Alisyahidar