Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaPemuja Hitler Ini...

Pemuja Hitler Ini Pikat Gadis-gadis Australia untuk Ditiduri

SYDNEY – Pria Korea Selatan ini bernama Jung Myung-seok. Dia adalah pemuja Hitler yang dihukum di Seoul atas tuduhan melakukan perkosaan berantai.
 
Jung juga merupakan pendiri sekte Jesus Morning Star (JMS), sebuah sekte aneh  yang didirkan tahun 1980, di mana anggotanya adalah gadis-gadis muda Australia yang direkrut untuk menjadi “pengantin spiritual”. Namun para pengikut sekte ini pada akhirnya diserang secara seksual.
 
Sekte aneh ini telah telah menyebar ke Sydney, Melbourne dan Canberra. Gadis-gadis yang direkrut adalah gadis kulit. Para korban direkrut saat berada di universitas dan pusat perbelanjaan.
 
Menurut laporan media Australia, ada ratusan perempuan mengaku telah diserang secara seksual oleh pemimpin sekte JMS. Jung akan bebas tahun 2017 mendatang.
 
Setiap anggota yang direkrut dipaksa menjalani hidup kurang tidur dan didorong untuk memutuskan hubungan dengan keluarganya untuk menjadi “pengantin spiritual” untuk Jung.
 
Mantan pengikut sekte JMS, Elizabeth, mengatakan kepada Daily Mail Australia, baha dampak buruk setelah menjadi pengikut sekte itu adalah penderitaan secara psikologis.
 
Elizabeth yang menolak memberikan nama panjangnya karena khawatir hidupnya terancam oleh sekte itu mengaku mantan anggota sekte JMS di Canberra yang sudah 18 bulan bergabung.
 
”Saya berbelanja di Canberra Centre pada April 2011. Seorang wanita Korea datang dan mengatakan bahwa dia menggelar sebuah pertunjukan seni Kristen. Itu tampak baik, jadi saya pikir saya akan menyaksikannya,” katanya.
 
Setelah bertemu pemimpin lokal sekte JMS di Canberra, dia menjadi target indoktrinasi, yang meliputi proses mengurangi tidur hingga diet ketat.
 
”Kami harus bangun pukul 03.00 pagi setiap hari untuk berdoa karena mereka mengatakan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Ini adalah teknik pengendalian pikiran; ketika Anda kurang tidur, Anda tidak dapat berpikir kritis,” ujarnya yang dilansir Jumat (20/5/2016).
 
Elizabeth atas perintah sekte, pada tahun 2011 pergi ke Seoul, Korea Selatan, untuk menemui Jung yang berada di penjara. Saat menemui Jung, dia diperintahkan untuk merekrut banyak anggota melalui kelas modeling.
 
”Mereka mendorong kami untuk menulis surat kepadanya, di mana dia (Jung) digambarkan sebagai kekasih kita. Dia menulis balasan yang isinya secara eksplisit menjurus ke hal seksual, contohnya mengatakan 'kulit putih Anda menggairahkan saya’,” lanjut Elizabeth.
 
Wanita lain, yang ingin tidak disebutkan namanya, mengatakan dia direkrut pada awal 2014 di University of Melbourne, di mana sekte ini diyakini masih aktif merekrut anggota baru.
 
”Mereka meminta saya untuk mengisi survei tentang kelas kami. Tampaknya cukup ramah, jadi saya setuju untuk bertemu,” katanya.
 
Setelah menghadiri salah satu studi yang digelar sekte ini, dia awalnya disodori beberapa ajaran aneh, seperti membaca “kitab suci” Adolf Hitler, bekas diktator Nazi.
 
”Bagian dari ajaran ini (diklaim) mengeksplorasi hukuman Tuhan. Mereka mengatakan holocaust adalah tanda penebusan, karena orang Yahudi membunuh Yesus. Mereka mengatakan kepada kami Hitler adalah kapal dari Tuhan,” lanjut dia.
 
Dia mengatakan bahwa gadis-gadis yang direkrut dipaksa untuk berdandan demi Jung.
 
”Saya mulai merekrut lebih banyak anggota. Saya diberitahu untuk mencari perawan, dan mendorong anggota baru agar memakai seragam putih sebanyak mungkin untuk menunjukkan pada Jung tentang kemurnian mereka.”
 
Dia diselamatkan oleh orangtuanya. Namun, beberapa keluarga datang sudah terlambat.
 
Peter Daley, seorang dosen Universitas Canberra yang sekarang tinggal di Korea Selatan, telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk meneliti JMS. Dia rajin menulis tentang sekte itu secara online dengan harapan meningkatkan kesadaran akan bahaya dari sekte JMS.
 
“JMS berbahaya. Ketika anggota memutuskan hubungan dengan keluarga mereka bisa sangat merusak kesehatan anggota,” kata Daley.
 
”Dan dia (Jung) akan keluar tahun depan dengan tidak ada tanda-tanda direhabilitasi. Jumlah perempuan yang telah mengunjungi dia di penjara menunjukkan bahwa dia tidak akan mengubah cara hidupnya dalam waktu dekat,” ujar Daley.[] Sumber: sindonews.com

Baca juga: