BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues menyoroti lambatnya kinerja PPK8 (Pihak yang menagani perawatan dan pemeliharaan jalan lintas Nasional Gayo Lues), dan Pemda Gayo Lues dalam penanganan longsor dan banjir bandang di jalan Gayo Lues menuju Aceh Tenggara. Ia meminta agar Pj Gubernur Aceh turun tangan menangani bencana alam di Gayo Lues.
“Omong kosong peranan Pemkab Gayo Lues membantu penanganan bencana longsor yang mengakibatkan putusnya jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara,” kata H. Ibnu Hasim salah satu pimpinan DPRK Gayo Lues, Selasa, 14 Mai 2024 melaui pesan WhatsApp.
H. Ibnu Hasim mengatakan, aktivitas lalulintas di jalan penghubung Gayo Lues dengan Aceh Tenggara masih belum bisa dilintasi kendaraan roda empat sejak pukul 01:00 WIB tadi malam hingga sekarang, dikhawatirkan, cabai dan hasil bumi yang diangkut keluar daerah membusuk, dan ikan yang dibawa dari Aceh Tenggara menuju Gayo Lues mati.
“Jalan Gayo Lues menuju Aceh Tenggara masih putus total, penanganan pembersihan jalan yang dilakukan oleh pihak Satker PPK8 maupun Pemkab Gayo Lues sangat lambat, dan alat berat yang diturunkan ke lapangan sangat minim,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Ibnu Hasim di lapangan siang tadi, alat berat yang diturunkan PPK8 dan Pemda Gayo Lues untuk menangani bencana longsor dan banjir bandang hanya Skopel dan Greder. Sehingga pengerjaanya sangat lambat dan belum selesai sampai sekarang.
“Seharusnya dengan kondisi timbunan longsor seperti itu harus menggunakan exavator, ini malah skopel dan greder yang diturunkan,” katanya.
Ia bersama Muspika Kecamatan Putri Betung telah mencoba menghubungi dari lokasi kejadian pihak satker dan PPK8, semua mengaku telah memerintahkan anak buahnya, dan juga pemkab Gayo Lues mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk menangani longsor tersebut. Tetapi hasilnya sangat jauh dari harapan pengguna jalan.
“Kita berharap kepada Pj Gubernur agar memerintahkan pihak terkait secepat mungkin menagani longsor dan banjir bandang di Kecamatan Putri Betung, begitu juga kepada pihak berwenang, agar peka dan tanggap supaya masyarakat tidak terlantar dijalan,” katanya.
Hingga saat ini, banyak kendaraan yang hendak menuju Aceh Tenggara dan Gayo Lues masih terjebak longsor, sementara jalan masih belum bisa dilintasi kendaraan roda empat.[]




