Kegagalan ataupun kekalahan sering dirasa oleh kebanyakan orang. Bahkan orang paling suksespun telah melampaui berbagai macam kegagalan. Mungkin saja, kegagalan atau kekalahannya lebih banyak dari suksesnya, tapi orang lain tidak lagi memandang gagalnya.

Setiap orang bisa gagal pada satu bidang hidup, atau bahkan di banyak aspek kehidupan. Masing masing menghadapinya dengan cara yang berbeda sebagaimana mana mereka memandang diri dan hidupnya, begitu menurut beberapa referensi.

Pada mulanya judul di atas adalah obat kegagalan, tapi penulis ubah menjadi penawar kegagalan. Kiranya lebih mungkin menemukan penawar kegagalan daripada obatnya. Sebab, obat bisa jadi semacam meniadakan kegagalan dan itu tak mungkin. Diantara aspek yang lazim orang gagal adalah di relasi dan keluarga (walau tak banyak menyadari), karir, organisasi, finansial dan sikap spiritualitas serta  pengembangan diri.

Tentu amat berat untuk bisa sempurna di setiap aspek, tapi kita bisa memilih untuk melewatinya dengan cara yang arif (bukan menyerah atau mengeluh).

Saat kegagalan atau kekalahan itu mesti kita hadapi, setidaknya ada beberapa penawar yang layak kita coba. Diantaranya adalah dengan sikap penerimaan diri. Yaitu sikap sadar bahwa ada hal yang memang tidak bisa kita kelola sepenuhnya, ada yang tak bisa kita kendalikan. Bila itu karena kesalahan sendiri, kita bisa memperbaiki dan terus berusaha lagi, atau mengalihkan sukses ke bidang lain, pengalihan ini dikenal oleh ahli sebagai konvensasi.

Selain penerimaan diri di atas, penawar lain saat kita merasa gagal adalah dengan membuat “gambar besar” yang lebih baik. Yaitu dengan membentuk visual mental yang paling autentik dan mungkin untuk dicapai ke depan sambil meretas jalan/solusi pencapaiannya secara bertahap. Dan kita disarankan merawat gambar mental tersebut sebaik mungkin, sebab itu bisa membekas pada jaringan sel dan fisikis kita.

Selebihnya kita bisa selalu lekat dengan doa dan pemgharapan kepada Allah di setiap waktu, dengan terus meningkatkan amal salih yang dituntut sebagai muslim ataupun individu.[]

Taufik Sentana
Bergiat di Bid. Pengembangan SDM dengan Prog.Seminar dan Pelatihan.