TAPAKTUAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan Erwiandi menyatakan pihaknya terpaksa menghentikan sementara pencarian terhadap satu lagi korban terseret arus hingga tenggelam di Sungai Alue Buloh bernama Muktar Yuli, warga Desa Jambo Papeun yang hingga kini belum ditemukan.
Pencarian dihentikan sementara, kata Erwiandi, dengan mempertimbangkan keselamatan petugas lantaran sudah malam. Sebenarnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) aktivitas pencarian korban hilang oleh petugas kita sampai pukul 18.00 WIB. Jika sudah lewat dari jadwal itu, maka proses pencarian harus dihentikan sementara dan dilanjutkan lagi keesokannya. Ini untuk keselamatan petugas, karena kegiatan pencarian di malam hari sangat berisiko keselamatan mereka, kata Erwiandi di Tapaktuan, Sabtu, 31 Desember 2016, malam.
Ia berharap masyarakat Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek dapat memaklumi keputusan diambil pihaknya tersebut.
Kami dapat memaklumi permintaan masyarakat Desa Jambo Papeun yang meminta petugas kami untuk terus bergerak melanjutkan pencarian malam ini juga. Berhubung korban satu lagi yang belum ditemukan itu berasal dari warga Desa Jambo Papeun atas nama Muktar Yuli. Namun, kami juga harus mengambil keputusan yang tepat dalam hal ini, jangan sampai misi pencarian korban ini justru menimbulkan jatuh korban yang lain dari tim pencari. Apalagi suasana malam hari sangat terbatas jarak pandang, ungkapnya.
Seperti diketahui, dari tiga anggota tim survei geologi PLTA yang hilang terseret arus hingga tenggelam dalam Sungai Alue Buloh, puncak gunung di Desa Jambo Papeun, 29 Desember 2016, dua di antaranya sudah berhasil ditemukan secara berturut-turut. Penemuan pertama korban atas nama Syarif Basarah asal Bandung, Sabtu, sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian korban bernama Testa Muhammad Abduh juga asal Bandung, pukul 17.30 WIB.
Satu lagi korban yang belum berhasil ditemukan adalah Muktar Yuli asal Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek.[]
Laporan Hendrik



