TAPAKTUAN – Ratusan warga Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan yang melakukan pencarian terhadap tiga anggota tim survei geologi PLTA Kluet 1 dari PT Tri Nusa Energy yang hilang terseret arus Sungai Alue Buloh, Kamis, 29 Desember 2016, kembali menemukan salah seorang korban asal Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 31 Desember 2016, sekitar pukul 17.30 WIB. Korban ditemukan kali ini Testa Muhammad Abduh.

Camat Meukek, Abdul Latif dihubungi Sabtu malam, membenarkan informasi penemuan satu lagi korban hanyut terserat arus Sungai Alue Buloh, puncak gunung Desa Jambo Papeun tersebut.

“Iya, benar, kami baru saja menerima informasi penemuan mayat korban satu lagi tersebut melalui radio RAPI. Namun mengenai identitas korban serta lokasi penemuannya kami belum mendapat keterangan lebih rinci,” kata Abdul Latif.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan Erwiandi memastikan satu lagi korban terseret arus Sungai Alue Buloh yang ditemukan warga Desa Jambo Papeun, Sabtu, sekitar pukul 17.30 WIB bernama Testa Muhammad Abduh.

Korban merupakan seorang mahasiswa kelahiran tahun 1992 beralamat di Desa Abtapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat. “Informasi yang kami terima, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama, yakni berjarak sekitar 1 Km masih dalam muara Sungai Alue Buloh. Sedangkan satu lagi korban bernama Muktar Yuli asal Desa Jambo Papeun sampai saat ini masih dilakukan pencarian,” kata Erwiandi.

Korban yang ditemukan pertama kali atas nama Syarif Basarah, kata Erwiandi, telah selesai dievakuasi oleh masyarakat. Jasadnya sudah berada di perkampungan penduduk Desa Jambo Papeun. Sedangkan untuk korban kedua yang telah berhasil ditemukan, jasadnya dalam proses evakuasi dan diperkirakan malam ini juga sampai ke perkampungan penduduk Desa Jambo Papeun.

Rencananya, kata Erwiandi, kedua jenazah tersebut malam ini juga dibawa ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan untuk proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak PT Tri Nusa Energy sebagai penanggung jawab terhadap para pekerja yang bertugas melakukan survei geologi PLTA Kluet 1 tersebut.

“Terkait proses pemulangan kedua jenazah tersebut ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak PT Tri Nusa Energy. Sebab langkah itu menjadi tanggung jawab mereka,” ujar Erwiandi.

Environmental and Forestry Advisor PT Tri Nusa Energy Indonesia, Ir. Nur Hidayat yang dihubungi ke nomor ponselnya, meskipun terdengar suara panggilan masuk, tetapi tidak diangkat. Demikian juga pesan singkat (SMS) yang dikirim, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan tidak membalasnya.     

Kini sudah dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Sebelumnya pada hari yang sama, Sabtu, sekitar pukul 11.00 WIB, warga Jambo Papeun telah menemukan korban atas nama Syarif Basarah asal Bandung yang tersangkut batang kayu dan batu besar dalam Sungai Alue Buloh berjarak sekitar 25-30 meter dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Alue Buloh.[]

Laporan Hendrik