IDI RAYEK – Pengrusakan baliho dan mobil antarkandidat pendukung Nektu dan Rocky di Gampông Teupin Jareng, Kecamatan Idi Rayek, diduga sebagai aksi balasan salah satu kandidat Bupati Aceh Timur. Kericuhan yang terjadi pada Minggu, 1 Januari 2017 sekitar pukul 17.00 WIB ini dibenarkan Ketua Tim Pemenangan Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur, Tengku Ahmadi Mustafa atau yang dikenal Waled Mahdi

“Kejadian yang kita ketahui antarsesama pendukung ini saling merusak baliho hingga berakhir dengan pengrusakan mobil. Namun secara dasar saya tidak begitu mengetahui bagaimana kejadiannya. Ini sedang kita cari tahu bagaimana kejadian sebenarnya,” ujar Tengku Ahmadi menjawab konfirmasi portalsatu.com, via telepon selulernya, Senin, 2 Januari 2017.

Ia mengatakan, Polres Aceh Timur juga telah menahan seratus lebih tim sukses Partai Aceh sejak tadi malam. “Tapi kita belum mengetahui apa alasan polisi menahan mereka, bisa saja mereka hanya dimintai keterangan,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh tim pemenangan dan simpatisan Partai Aceh untuk menahan emosi serta tidak membuat kericuhan kembali.

“Kita sangat berharap kepada tim untuk tahan diri dari emosi sehingga permasalahan ini bisa kita selesaikan dengan solusi yang baik. Semoga proses pelaksanaan pilkada di Aceh Timur berjalan dengan damai,” ucap Tengku Ahmadi.

Hingga saat ini, portalsatu.com masih mengupayakan informasi resmi terkait kerusuhan yang melibatkan dua pendukung kandidat Bupati Aceh Timur tersebut.[] (*sar)