BANDA ACEH – Peneliti The Aceh Institute, Riskika L. Darwin mengatakan, masyarakat Aceh bukanlah tipikal pemilih yang mempunyai keberpihakan tinggi. Menurut dia, tingkat keberpihakan rakyat Aceh terhadap suatu partai sangat fluktuatif dan dapat berubah kapan saja. 

“Tingkat keberpihakan masyarakat Aceh rendah. Masyarakat Aceh adalah tipikal pemilih yang tak berpihak. Setiap periode berpindah dukungan,” ucap Riskika saat menjadi pemateri dalam diskusi terkait dengan pilkada 2017 di sekretariat KAHMI, Banda Aceh, Rabu, 31 Agustus 2016.

Di tengah kondisi yang demikian, ia menilai dalam kontes politik mendatang sangat susah menebak siapa yang bakal menang. “Siapa pun bisa menang di pilkada Aceh 2017 nanti,” katanya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang maju melalui jalur perseorangan, salah satunya adalah ketidakpercayaan terhadap partai tersebut. Ia mengatakan fenomena calon perseorangan bukanlah hal baru di dunia perpolitikan.

“Di luar negeri sudah banyak politisi yang maju melalui jalur independen dan ini bukanlah hal yang baru,” katanya.

Namun, dalam hal ini Riskika menjelaskan calon perseorangan sangat mengandalkan pesona pribadi dalam menggalang suara. Isu khusus yang dibawa oleh calon tersebut juga menjadi kunci kemenangan calon perseorangan.[](bna/*sar)