LHOKSEUMAWE – Nelayan Pusong, Lhokseumawe dilaporkan menemukan mayat di tengah laut, Kamis, 1 September 2016, pagi. Diduga itu merupakan jasad Rajani, nelayan Seunuddon, Aceh Utara yang hanyut saat melaut, 27 Agustus lalu.
Informasi diperoleh portalsatu.com, nelayan Pusong yang menemukan mayat tersebut mulanya melaporkan kepada pihak RAPI. Lalu, RAPI berkoordasi dengan pihak SAR, Airud dan Lanal (Pangkalan TNI AL) Lhokseumawe.
“Mereka (tim gabungan Lanal, SAR, dan RAPI) sedang menuju ke tengah laut untuk menjemput jenazah yang ditemukan itu. Tim menggunakan speedboat Airud,” kata Irwan dari Tim Reaksi Cepat RAPI Lhokseumawe, pagi tadi.
Menurut Irwan, jasad diduga nelayan Seunuddon itu ditemukan sekitar 14 mil utara laut.
Diberitakan sebelumnya, Rajani, 28 tahun, nelayan asal Gampong Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara dilaporkan hilang di laut, 27 Agustus 2016. Diduga ia dihempas ombak dari atas boatnya saat sedang memancing ikan tuna.
“Rajani terjatuh ke laut dari atas boatnya saat sedang memancing ikan dengan jarak sekitar 7 mil dari pesisir pantai,” kata Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf.
(Baca: Diduga Dihempas Ombak, Nelayan Seunuddon Hilang di Laut)
Personel Lanal Pos Lhokseumawe dan tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara mengalami kesulitan melakukan pencarian Rajani. Sebab gelombang laut mencapai 3 meter, sehingga membuat boat yang ditumpangi petugas terombang-ambing.
“Boat merk Dolpin dengan panjang 6 meter ini untuk kapasitas enam orang. Namun kami kesulitan mengarungi laut lepas, mengingat gelombang sangat tinggi,” kata salah seorang anggota Lanal yang melakukan pencarian, 27 Agustus 2016, sore.
(Baca: Gelombang Tinggi, Lanal dan SAR Kesulitan Cari Nelayan Hilang)
Aisyah, 26 tahun, mengatakan, ia baru menikah dengan Rajani empat bulan lalu. Rencana kami akan meresmikannya (pernikahan) usai lebaran Idul Adha. Saya tidak ada firasat apapun saat suami pergi untuk mencari ikan tuna. Biasanya abang pergi berdua temannya, tapi kali ini sendirian. Abang berangkat dari rumah pukul 04.30 WIB,” kata dia ditemui di Pantai Ulee Rubek Barat, 28 Agustus 2016, sore.
(Baca: Istri Nelayan Hilang: Baru 4 Bulan Kami Menikah)[](idg)




