TAKENGON – Penerimaan Baitul Mal Aceh Tengah terhitung sejak Januari-Oktober 2017 mencapai Rp20 miliar atau 95,61 persen dari target Rp21 miliar. Penerimaan itu bersumber dari zakat sebesar Rp12,5 miliar, infaq dan sedekah sebesar Rp524 juta serta penambahan tahun 2016 sebesar Rp7 miliar.

Sementara jika merujuk pada data tahun 2016, target penerimaan Baitul Mal Aceh Tengah melejit Rp1 miliar. 

“Sisa target penerimaan Rp922 juta atau 4,31 persen. Kita yakin akan terserap hingga Desember nanti,” kata Kepala Baitul Mal Aceh Tengah, DR. Mahmud Ibrahim, Rabu, 29 November 2017.

Masih merujuk pada data itu, dari hasil penerimaan tersebut telah terealisasi Rp15 miliar atau 71,77 persen dari target Rp21 miliar. Realisasi itu terdiri dari sektor zakat Rp14 miliar dan dari sektor Infaq Rp934 Juta. Sisa Rp5,9 miliar diyakini akan terealisasi hingga akhir Desember nanti.

Anggaran pendayagunaan itu masing-masing telah disalurkan kepada fakir sebesar Rp4,1 miliar dari target Rp6,8 miliar. Penyaluran juga dilakukan kepada kaum miskin Rp1,8 miliar dari target Rp4,2 miliar, amilun Rp2 miliar dari target Rp2,8 miliar, Muallaf Rp57 juta dari target Rp100 juta. 

Sementara penyaluran untuk Gharim telah terealisasi Rp308 juta. Angka ini diklaim melebih target realisasi Rp301 juta. Baitul Mal Aceh Tengah juga merealisasikan penyaluran dana kepada Sabilullah Rp5 miliar, dan Ibnu Sabil Rp747 juta dari target Rp804 juta.[]