BANDA ACEH – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh telah mengadakan 37 sepeda motor listrik Gesits senilai Rp1,1 miliar lebih bersumber dari APBA tahun 2022. Dari 37 motor produksi dalam negeri yang dibeli itu, 23 unit dibagikan kepada 23 kabupaten/kota. Empat belas unit lainnya untuk operasional Disperindag Aceh.

Data diperoleh portalsatu.com/, dalam Rencana Umum Pengadaan Disperindag Aceh tahun anggaran 2022 terdapat paket “Kendaraan Operasional Kantor Roda 2 (dua)”, volume 37 unit, total pagu Rp1.172.456.000, dengan metode pemilihan penyedia lewat E-Purchasing.

E-Purchasing adalah tata cara pembelian barang melalui sistem katalog elektronik (E-Catalogue). Katalog elektronik merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis, dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Ir. Muhammad Tanwir, membenarkan sepeda motor listrik produksi dalam negeri yang diserahkan Gubernur Aceh secara simbolis kepada 23 kabupaten/kota, Jumat, 27 Mei 2022, merupakan hasil pengadaan paket “Kendaraan Operasional Kantor Roda 2 (dua)” tersebut.

“Diserahkan ke (23) kab/kota masing-masing 1 unit, dan sisa 14 unit diperuntukkan untuk operasional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh,” kata Tanwir akrab disapa Baong menjawab portalsatu.com/ via WhatsApp, Sabtu (28/5), sore.

Baong menyebut harga motor listrik Gesits tersebut Rp31.600.000/unit OTR. Harga On The Road (OTR) adalah harga beli atau harga jual kendaraan setelah ditambahkan biaya pajak dan berbagai dokumen yang diberikan.

Menurut Baong, motor listrik yang dibagikan kepada 23 kab/kota tersebut masing-masing dilengkapi satu baterai.

Mendukung kinerja petugas survei

Pengadaan motor listrik karya anak bangsa itu untuk kebutuhan operasional petugas pengumpul data perindustrian dan survei kebutuhan pokok di Aceh. Hal itu juga berkaitan dengan akan dimulainya program pendataan oleh pemerintah pusat terhadap usaha perdagangan dan industri di Indonesia. Terkait itu, Pemerintah Aceh juga akan melakukan hal sama di semua daerah melalui Disperindag provinsi dan kab/kota.

“Untuk itulah, Pemerintah Aceh menyerahkan sepeda motor khusus yang akan digunakan para petugas pengumpul data dan survei di lapangan. Sepeda motor yang diberikan ini jenisnya adalah kendaraan listrik buatan dalam negeri,” ujar Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menyerahkan secara simbolis motor listrik itu kepada 23 kab/kota, di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (27/5).

Nova menyebut latar belakang pemilihan kendaraan listrik ini untuk menghemat biaya, mempermudah kinerja, dan sebagai bentuk apresiasi kepada karya anak bangsa.

Penggunaan motor ini juga sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat Aceh tentang kendaraan hemat energi dan bersih lingkungan. “Dengan demikian nantinya kita siap berpartisipasi mendukung operasional seluruh kendaraan bertenaga listrik di Indonesia pada tahun 2050,” kata Nova.

Nova menjelaskan bantuan motor tersebut sifatnya pinjam pakai yang operasionalnya di bawah kendali dinas terkait di tiap-tiap kab/kota. Kendaraan itu disebut hanya bisa digunakan untuk menjalankan tugas-tugas yang ditentukan, bukan untuk pemakaian pribadi.

Nova mengatakan PT PLN Wilayah Aceh telah menyiapkan Stasiun Pengisian Listrik di sejumlah titik, sehingga jika butuh pengecasan, bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sejarah Gesits

Melansir otosia.com, sejarah awalnya, motor listrik Gesits tercipta karena kerja sama Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tahun 2018. Tingginya dukungan pemerintah terhadap motor listrik Gesits mendorong terwujudnya kerja sama yang terjalin untuk produksi, pemasaran, dan operasional. Kerja sama ini terwujud antara akademisi, BUMN, dan pihak swasta.

Terbentuklah kerja sama melibatkan banyak pihak, di antaranya ITS, ITB, UNS dari perwakilan akademisi. Dari pihak BUMN diwakili PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pihak swasta diwakili PT Gesits Technologies Indo (GTI).

Setelah kerja sama tersebut terjalin, PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi dengan PT Gesits Technologies Indo (GTI) mendirikan pabrik baru untuk memproduksi motor listrik Gesits, yaitu PT Wijaya Manufakturing (WIMA) di Cilengsi, Bogor, Jawa Barat.

Akhirnya pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 motor listrik Gesits resmi diluncurkan.

Gesits menggunakan tenaga listrik dengan daya motor 5 kW. Dari daya ini bisa menempuh jarak sejauh 100 kilometer dalam daya baterai penuh. Kecepatan maksimal Gesits sekitar 70 km/jam.

Pengisian daya baterai motor listrik Gesits hanya membutuhkan waktu 3-4 jam sampai baterai terisi penuh. Pengguna motor listrik ini juga bisa melakukan swap baterai di sejumlah SPBU jaringan Pertamina.[](red)