BANDA ACEH Dinas Pendidikan Aceh tahun ini mengadakan buku pendidikan budi pekerti tingkat SD dan SMP/sederajat dengan anggaran mencapai Rp8 miliar.
Data diperoleh portalsatu.com dari situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Aceh, Selasa, 19 Juli 2016, pengadaan buku budi pekerti itu dibagi dalam empat paket. Dua paket pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SD/MI wilayah I dan II, dan dua paket pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SMP/MTs wilayah I dan II.
Dari empat paket pengadaan buku tersebut, satu di antaranya sudah selesai ditender. Yaitu, paket pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SMP/MTs wilayah I (Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang).
Paket pengadaan buku dengan pagu Rp1,9 miliar itu telah teken kontrak pada penghujung Juni 2016. Harga penawaran dan harga terkoreksi paket itu Rp1,5 miliar lebih.
Sedangkan tiga paket lainnya masih dalam masa penandatangan kontrak sampai penghujung Juli 2016. Rinciannya, pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SD/MI wilayah I (Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang) dengan pagu Rp2,1 miliar lebih, harga penawaran dan harga terkoreksi Rp1,8 miliar lebih.
Pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SD/MI Wilayah II (Bireuen, Bener Meriah, A.Tengah, Gayo Lues, A.Tenggara, A.Barat, Nagan Raya, Abdya, A.Selatan, Subulussalam, A.Singkil dan Simeulue) dengan pagu juga Rp2,1 miliar lebih, harga penawaran/terkoreksi Rp1,9 miliar lebih.
Terakhir, pengadaan buku pendidikan budi pekerti tingkat SMP/MTs wilayah II (Bireuen, Bener Meriah, A.Tengah, Gayo Lues, A.Tenggara, A.Barat, Nagan Raya, Abdya, A.Selatan, Subulussalam, A. Singkil, Simeulue) dengan pagu Rp2,1 miliar lebih, harga penawaran/terkoreksi Rp1,8 miliar lebih.
Saat portalsatu.com datang ke Dinas Pendidikan Aceh, Selasa, 19 Juli 2016, sekitar pukul 15.10 WIB, untuk mengkonfirmasi terkait pengadaan buku tersebut, kepala dinas (kadis) tidak ada di kantornya.
Bapak Kadis (Hasanuddin Darjo) sudah berangkat ke Jakarta kemarin, kata Khujaimah, pegawai di ruang Sub-Bagian Umum Dinas Pendidikan Aceh.
Khujaimah menyebut, jika ingin wawancara dengan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Aceh harus melewati prosedur yang dibuat di dinas itu. Diatur jadwal, diagendakan jangan mendesak. Kalau sudah sesuai prosedur nanti tiga hari paling lama sudah mendapat tanggapan, dan baru bisa wawancara. Biasa seperti itu,” ujarnya.
Pantauan portalsatu.com, di halaman gedung A Dinas Pendidikan Aceh tampak dua mobil pelat merah (mobil dinas), Nissan Navara dan Innova warna hitam. Mobil Innova itu kemudian meninggalkan halaman gedung A.
Saat ditanyakan kepada Mawardi, petugas keamanan di gedung A, mobil siapa Nissan Navara itu, ia mengatakan, Silahkan kalau mau wawancara harus pakai prosedur.[] (idg)




