SIGLI – Tgk. Nasruddin Judon (Abi Nas Jeunieb) mengisi pegajian umum pada acara Haul ke-7 Dayah Durratul Muta'allimin Al-Aziziyah, Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Ahad, 8 Desember 2019.
Dalam pengajian yang dimulai dengan zikir itu, Abi Nas memaparkan tentang berbagai persoalan hukum dan kewajiban dalam Islam di depan seratusan santri dan tokoh masyarakat dari sejumlah gampong.
Pengajian dilakukan dengan tanya jawab agar jamaah aktif menanyakan apa yang hendak diketahuinya. Beberapa jamaah menanyakan perihal tanah wakaf, apakah bisa dijual atau ditukar?
Menurut Abi Nas, tanah wakaf harus digunakan sesuai niat dan lafaz untuk apa diwakafkan. “Tanah wakaf tidak boleh dijual dan tidak boleh dilakukan tukar guling,” jelas pimpinan Dayah Dhiaul Haq Al-Aziziyah Jeunieb itu.
Kalau wakafnya untuk masjid, lanjut Abi Nas, tanah itu harus digunakan bagi kepentingan masjid, tidak boleh digunakan kepentingan lain. Begitu juga jika tanah diwakafkan untuk kepentingan umum, tentunya tanah itu digunakan pada kepentingan umum.
“Disewakan boleh asalkan hasilnya untuk kemakmuran masjid, yang jangan dijual. Menurut kami, tanah wakaf tidak boleh dialihkan atau tukar guling,” tutur Tgk Nasruddin.[]


