BANDA ACEH – Dalam menjalani kehidupan, terutama mengamalkan ajaran agama, niat merupakan hal terpenting.

“Misalnya seorang penceramah seperti saya, begitu mendapatkan undangan pidato, saya nilai itu sudah ada uang masuk lagi, maka hanya itu yang dapatkan. Tidak ada lagi fahala,”  kata Dosen UIN Ar-Raniry, Drs. Tgk. H. Tarmizi Dahmi, pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), usai shalat Isya, di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu malam, 31 Agustus 2016.

Pengajian tersebut bertema, “Agama sebagai kebutuhan hidup”, dan terbuka untuk umum.

“Semua yang dilakukan akan dibalas oleh Allah taala berdasarkan niatnya,” katanya.

Tarmizi mengatakan, setiap orang juga diharapkan beramal menurut kemampuannya.

“Agama harus dinilai sebagai kebutuhan atau keperluan kita dalam hidup, perintah agama harus dianggap kebutuhan, jangan dinilai sebagai kewajiban sebab akan menjadi beban, kalau dinilai sebagai kebutuhan, maka kita akan menjalaninya dengan rela dan bahagia. Tanpa agama hidup akan hampa, tanpa seni agama akan kering,” katanya.[]