Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaPengamat Ekonomi: Pengelolaan...

Pengamat Ekonomi: Pengelolaan Sektor Pertanian di Aceh Masih Lemah

BANDA ACEH – Pengamat Ekonomi Unsyiah, Rustam Effendi, menilai Pemerintah Aceh minim mengalokasikan anggaran untuk Dinas Pertanian. Padahal, menurut dia, seharusnya dinas itu disediakan anggaran lebih besar untuk mendongkrak ekonomi di bidang pertanian.

“Kalau enggak percaya silakan tanya ke Dinas Pertanian,” kata Rustam Effendi dalam Diskusi Publik dan Launching Aceh Quick Response Reformasi Pembangunan di Aceh, yang diselenggarakan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), di Banda Aceh, Senin, 3 Desember 2018.

Menurut Rustam, pertumbuhan ekonomi Aceh dari sektor pertanian semakin subur. Akan tetapi, upaya Pemerintah Aceh untuk menggenjot dan mengembangkan sektor pertanian masih kendur dibandingkan dengan bidang lain.

“Sayang pengelolaan sektor pertanian masih lemah. Padahal, sektor pertanian ini mampu menekan angka pengangguran,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah itu.

Rustam menyebutkan, hampir setiap tahun pertumbuhan ekonomi sektor pertanian mencapai 30 persen lebih. Namun, sayangnya pengelolaan sektor ini belum maksimal.

“SKPA ini tolong disesuaikan dengan porsinya masing-masing. Bappeda itu sentral pusat pengkajian dan harus dianalisis mendalam mengenai sektor-sektor yang harus dikembangkan,” ujar Rustam.[]

Penulis: Khairul Anwar

Baca juga: