Jumat, Juli 19, 2024

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...
BerandaNewsPengembangan Kasus Sabu...

Pengembangan Kasus Sabu Pensiunan TNI di Aceh Utara, Umar Robot Ditangkap

LHOKSUKON –  Satuan Narkoba Polres Aceh Utara menangkap M. Ali Umar alias Umar Robot, 45 tahun, warga Gampong Asan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Kamis 7 Januari 2016 pukul 20.00 WIB. Pasalnya, namanya ikut dikaitkan dalam kasus sabu yang menjerat pensiunan TNI, Om Ardik.

“Berdasarkan pengakuan tersangka Suhardi alias Om Ardik, sabu tersebut diperoleh dari Umar Robot. Di hari yang sama, tersangka Umar Robot langsung kami tangkap saat sedang berkendara sepeda motor di jalan lintas Medan–Banda Aceh, kota Lhoksukon,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kasat Narkoba AKP Mukhtar kepada portalsatu.com, Jumat, 8 Januari 2016.

AKP Mukhtar menyebutkan, sesuai pengakuan Om Ardik, selain untuk dikonsumsi sendiri, ia memiliki dan menyimpan sabu itu untuk dijual.

“Namun kami menduga ia merupakan penjual, meski ia juga pemakai. Itu terbukti dari sabu yang telah dipaketkan. Selain itu, Om Ardik juga mengakui bahwa telah menjalani aktivitas jual beli sabu itu dalam waktu tahunan. Dalam kasus ini, kami menduga M. Nur (tersangka lainnya) bertugas sebagai kurir Om Ardik,” ujarnya.

AKP Mukhtar menambahkan, Ardik mengaku mengambil sabu tersebut dari Umar Robot sekitar Oktober 2015 lalu. Keterangan itu juga dibenarkan Umar Robot.

“Dari hasil pemeriksaan urine, tersangka Om Ardik, M Nur dan Umar Robot positif menggunakan narkoba jenis sabu. Kasus ini masih terus kami dalami, karena tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,” kata AKP Mukhtar.

Diberitakan sebelumnya, Suhardi alias Om Ardik, 54 tahun, purnawirawan TNI AD, warga Lhoksukon dan M. Nur, 42 tahun, PNS Puskesmas Buket Hagu, warga Gampong Meunasah Geumata, Kecamatan Lhoksukon, ditangkap Satuan Narkoba Polres Aceh Utara, Kamis 7 Januari 2016 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Keduanya ditangkap di rumah kos yang disewa M. Nur di Kampung Baru Lhoksukon. Turut diamankan barang bukti empat paket sabu, satu pisau dapur, satu pisau biasa, dua rencong, dan dua handphone. (Baca: Kasus Sabu, PNS  dan Pensiunan TNI Ditangkap di Aceh Utara) [] (idg)

Baca juga: