Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsPengentasan Kemiskinan, Pendidikan...

Pengentasan Kemiskinan, Pendidikan Berkualitas Adalah Kuncinya

BANDA ACEH –  Tingginya angka kemiskinan di Aceh tidak terlepas rendahnya kualitas tenaga kerja. Lembaga pendidikan dinilai gagal menciptakan lulusan siap pakai.

Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI, Anas M. Adam, mengatakan kemiskinan setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, budaya dan karakter masyarakat setempat. Kedua, menyangkut dengan pendidikan. Keduanya saling terkait. 

Budaya dan karakter masyarakat menjadi kebiasaan yang diterima masyarakat sebagai suatu hal yang lumrah. “Ada yang menganggap bahwa kita tidak mungkin kaya karena memang sudah takdir. Ada juga yang salah menafsirkan, seakan agama tidak membenarkan kita kaya,” ujar mantan Kadis Pendidikan Aceh ini saat diminta tanggapannya, 26 Januari 2019.

“Allah meminta kita mengutamakan kehidupan di akhirat, tetapi tidak melupakan kehidupan kita di dunia. Mencari harta dibenarkan asal kita mencari dan menggunakan sesuai dengan tuntutan agama. Kita boleh kaya, malah dengan kekayaan dapat berbuat kebajikan yang mendatangkan pahala bagi kehidupan akhirat. Perjuangan membutuhkan kekayaan dan harta sebagaimana dipraktekkan oleh sahabat nabi seperti Usman Bin Affan dan donatur lainnya,” jelas Anas.

Terkait pendidikan, kata Anas, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka makin tinggi pula tingkat kesejahtaraannnya, sebagaimana Jepang, dll. 

“Namun pendidikan yang bagaimana yang menyejahterakan masyarakatnya? Yaitu pendidikan yang benar yang bukan formalitas untuk mencari ijazah. Kita bangga dengan banyak sarjana, tetapi apabila tidak bermutu tentu tidak membawa kesejahteraan untuk rakyatnya. Ijazah hanya formalitas,” kata Anas.

Menurut Anas, pendidikan yang mencerdaskan, membawa kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan adalah pendidikan yang bermutu. “Pendidikan yang menyiapkan karakter anak untuk siap dan berani berubah, pendidikan yang mengembangkan kreativitas anak, pendidikan yang mengembangkan daya nalar. Pendidikan yang menyiapkan lulusan untuk siap bersaing dan bersanding, pendidikan yang mengembangkan skill sesuai dengan masanya,” tandas Ketua Yayasan Pioneer Indonesia ini.[]

Baca juga: