BANDA ACEH – Pengganti Direktur BLUD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh, dr. Amri Kiflan, M.Kes, mengaku baru mengetahui dirinya mendapat promosi. Dia dilantik bersama delapan pejabat eselon lainnya di ruang Serba Guna Setda Prov. Aceh, Senin, 4 April 2016 menjelang azan Magrib.

“Tadi siang jam 3 saya baru tahu,” kata Amri kepada awak media usai dilantik.

Sebagai pejabat baru di rumah sakit plat merah tersebut, Amri mengaku akan menelusuri sejumlah kasus yang menjerat RSIA beberapa waktu terakhir. Namun dia mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu jalannya kasus tersebut.

“Saya harus tahu dulu dimana simpulnya, dan kita akan berusaha konsolidasi ke dalam secepat mungkin,” katanya.

Seperti diketahui, petugas medis RSIA diduga menelantarkan Suryani, salah satu pasien yang hendak bersalin beberapa waktu lalu. Akibatnya warga Gampong Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar ini meninggal dunia pada Selasa, 29 Maret 2016 lalu. Selain Suryani, buah hatinya juga dikabarkan meninggal dunia dalam kandungan. (Baca: 'Istri Saya Tidak Diperlakukan Seperti Orang Melahirkan')

Kasus lainnya yang melibatkan kelalaian petugas di RSIA adalah kematian bayi buah hati Nurlia, warga Gampong Blang Oi, medio Oktober 2015 lalu. Kepada media, Nurlia mengaku bayinya sempat terlilit kabel inkubator selama perawatan di RSIA. (Lihat: Video Nurlia Ungkap Bayinya Meninggal Dunia Akibat Terlilit Kabel Inkubator di RSIA).[](bna)