Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBerita AcehPimpinan Dewan Gayo...

Pimpinan Dewan Gayo Lues Soroti Adanya Pasien BPJS RSU MAK Beli Obat

BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues menyoroti manajemen Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSU MAK) yang diduga membebani keluarga pasien membeli obat-obatan di luar apotik rumah sakit. Tindakan itu harus segera dihentikan karena peserta BPJS berobat secara gratis.

“Berbagai kekurangan dan masalah sering muncul di RSU MAK Gayo Lues, mulai dari kekurangan peralatan medis, tenaga medis, maupun kelangkaan obat-obatan yang berakibat keluarga pasien harus membeli obat keluar apotik rumah sakit,” kata H. Ibnu Hasim, Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Selasa, 9 Juli 2024.

Keterangan Kepala BPJS Gayo Lues, kata Ibnu Hasim, peserta BPJS tidak boleh dibebani membeli obat oleh pihak RSU MAK. Jika kekurangan obat saat ada pasien, maka pihak RS yang harus membeli ke apotik lain. Bagi pasien yang sudah terlanjur disuruh pihak RS membeli obat, maka pihak RS harus mengembalikan uang keluarga pasien tersebut.

“Yang menjadi perhatian serius pada RSU MAK adalah soal pelayanan, karena RSU MAK ini merupakan pelayanan rujukan terakhir di daerah kita. Sehingga risiko rujukan ke RS Aceh Tengah, ke RS Banda Aceh ataupun ke RS di Sumatra Utara dapat dihindari lantaran sangat berisiko dalam perjalanan,” ujarnya.

Ibnu Hasim yang merupakan mantan bupati Gayo Lues dua periode mengatakan pemerintah daerah telah berupaya mengatasi berbagai polemik di RSU MAK. Dengan cara menjadikan RSU MAK semi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara fleksibel.

“Artinya penerimaan yang diterima oleh RSU MAK dapat dibelanjakan langsung sesuai kebutuhan yang nyata. Dengan demikian, pengadaan obat-obatan dapat langsung dilakukan setiap saat oleh apotik RSU MAK,” kata Ibnu Hasim melalui pesan Whatsapp.

Pengelolaan keuangan RSU MAK semi BLUD sangat diuntungkan karena di samping penerimaan pendapatan sendiri melalui pelayanan pasien umum, klaim BPJS, dan pengelolaan parkir. RSU MAK juga mendapatkan kucuran dana setiap tahun dari pemerintah daerah seperti belanja gaji, tunjangan karyawan, pengadaan peralatan, pengadaan barang habis pakai, dan pengadaan obat-obatan serta biaya pemeliharaan.

“Dalam hal pengelolaan keuangan sumber dana pemerintah kabupaten pada awal tahun diberikan berupa Uang Persedian (UP). UP ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan RSU MAK yang mendesak tanpa proses pengadaan lelang umum kepada pihak ketiga,” kata Ibnu Hasim.

Dari beberapa kemudahan tersebut, kata pimpinan dewan, jika RSU MAK masih mengalami kendala dalam pelayanan dan pengadaan obat-obatan, maka harus dilakukan pengkajian tentang manajemen rumah sakit tersebut supaya semua pihak tahu apa kendalanya.[]

Baca juga: