LAMPUNG – Empat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe ikut memeriahkan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatra Tahun 2025, yang digelar BI di Lampung City Mall pada 21-25 Juni.
FESyar tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, Junanto Herdiawan.
Keempat UMKM yang dihadirkan pada stan Kemilau Lhokseumawe itu terdiri dari KUB Ingin Jaya Ulee Madon (produk tas bordir motif Aceh), Ija lhee Sagoe Lhokseumawe (ecoprint, kain bordir, batik motif Aceh), Bylilu Lhokseumawe (scarf/hijab), dan Bungong Jaroe Aceh Timur (tenun). Secara keseluruhan 12 Kantor Perwakilan BI Regional Sumatera yang memeriahkan festival tersebut.
Ramai pengunjung di FESyar tersebut membeli berbagai produk UMKM di stan Kemilau Lhokseumawe. Tas bordir, tenun, hijab maupun kain bordir diminati pengunjung.
Perwakilan pelaku UMKM binaan BI Lhokseumawe, Dewi Malahayati, kepada portalsatu.com/, Sabtu, 21 Juni 2025, mengatakan dalam FESyar tahun 2025 di Lampung, BI Lhokseumawe mengikutsertakan owner UMKM ‘Ija Lhee Sagoe’ mempromosikan produk-produk kain wastra Aceh secara langsung kepada pengunjung.
“Owner Ija Lhee Sagoe memanfaatkan kesempatan ini dengan memperkenalkan motif Lhokseumawe kepada pengunjung FESyar. Di antaranya, motif ‘Bungong Sagoe’ dan ‘Awan Sioen’ yang diaplikasikan pada produk kain batik dan bordir,” kata Dewi.
Dewi menyebut Ija Lhee Sagoe (ILS) menjadi UMKM binaan BI Lhokseumawe sejak 2019, dan mendapatkan berbagai pelatihan dari BI. Selain itu, bantuan sosial BI berupa alat produksi. “Dan juga diikutsertakan dalam kegiatan festival BI membuat produk Aceh. Khususnya UMKM Ija Lhee Sagoe semakin baik kualitasnya, dan diterima oleh masyarakat luas di Nusantara”.
“BI Lhokseumawe memberikan pembinaan berupa pelatihan dan memfasilitasi UMKM ikut dalam kegiatan bazar, festival yang diselenggarakan BI setiap tahun. Untuk kali ini Festival Ekonomis Syariah tahun 2025 se-Sumatera di Bandar Lampung,” ujar Dewi.
Menurut Dewi, BI Perwakilan Lhokseumawe memberikan pembinaan berupa pelatihan dan fasilitasi kepada UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha mereka. Pembinaan ini bertujuan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing, mengakses pasar yang lebih luas, dan meningkatkan pendapatan.
“Dalam pembinaan ini, BI Lhokseumawe memberikan pelatihan dalam bidang manajemen usaha, pemasaran digital, keuangan dan pengembangan produk. Ini bertujuan membantu UMKM meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha, sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Kita lihat tas bordir motif Aceh banyak yang diminati pengunjung stan. Mudahan usaha ke depan bisa semakin berkembang,” ujar Dewi.
Kepala Unit Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Ekonomi Keuangan Syariah (UPPUKIS) BI Lhokseumawe, Riemas Anugrah Maulana, mengatakan banyak kegiatan yang dilaksanakan di FESyar 2025. Yakni, halal shef competition, tolkshow model pemberdayaan usaha syariah, training of trainers dai dan dayah, serasehan pondok pasantren-penguatan kemandiri ekonomi, kemandirian ekonomi pasantren melalui halal value chain, lomba fashion, dan event lainnya.
“Dalam serangkaian ini tentunya kita mendukung untuk memperkenalkan produk-produk UMKM lokal di luar daerah, guna mengembangkan ekonomi syariah. Terlihat memang masyarakat di kawasan Lampung City Mall ini sudah banyak yang mengunjungi stan Lhokseumawe, serta melakukan pembelian karena tertarik saat melihat barang-barang tersebut,” ujar Riemas.
Riemas menambahkan BI terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Dengan adanya event ini pihaknya memperkenalkan kembali produk-produk lokal yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara, sehingga jangkauan pasar lebih luas.
“Artinya, ini tidak hanya di satu daerah saja, tetapi kita juga mendukung bagaimana tenun kerawang Gayo dan sebagainya. Yang jelas segala produk lokal di bawah binaan BI Lhokseumawe sudah dikenal luas oleh masyarakat luar daerah, ini perlu terus kita genjot bagaimana pemasarannya sehingga bisa dikenal lagi dan lebih diminati hasil karya kerajinan tangan,” ungkap Riemas.
“Tentu kita berkolaborasi antara Bank Indonesia dan UMKM, diharapkan juga pemerintah daerah men-support untuk bersama-sama meningkatkan kapabilitas UMKM, serta menjaga produksinya maupun kualitas,” pungkas Riemas.[]







