LANGSA – Kepengurusan yang baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Langsa periode 2017-2021 resmi dilantik Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem, Minggu, 9 April 2017 di Aula Cakradonya BPKD Langsa.
Pelantikan ini turut dihadiri Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Sekretaris Umum M. Nasir serta Wakil Sekretaris Dahlan.
Pengurus baru KONI Kota Langsa yang dilantik antaralain, Muhammad Zulfri sebagai Ketua Umum, Burhansyah sebagai Ketua Harian dan Ir. Joni sebagai Sekretaris Umum.
Kepengurusan KONI Kota Langsa yang baru kali ini akan berfokus pada konsistensi dalam pembinaan, raih prestasi pada PORA 2018 dan mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah PORA tahun 2022, kata M. Zulfri dalam sambutannya usai acara pelantikan.
Pada kesempatan tersebut, M. Zulfri juga menyinggung soal KONI CUP Langsa yang tahun ini merupakan tahun ketiga event olahraga tersebut rutin dilaksanakan. Untuk ke depan pihaknya akan tetap terus menyelenggarakan KONI CUP Langsa dengan keterlibatan kontingen yang meluas, tidak hanya dari Aceh, tapi juga peserta dari provinsi tetangga.
Minggu depan, kita akan segera mengadakan rapat kerja KONI Langsa, sebut M. Zulfri.
Sementara itu, selaku Ketua Umum KONI Aceh, Mualem mengingatkan kepada pengurus KONI Langsa agar terus melaksanakan program-program pembinaan untuk mendukung peningkatan prestasi Aceh pada PON 2020 nanti di Papua.
Di hadapan Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid yang turut hadir pada acara pelantikan tersebut, Mualem meminta agar Pemerintah Kota Langsa agar memberikan dukungan anggaran semaksimal mungkin dalam rangka Pra-kualifikasi PORA tahun 2017 dan PORA tahun 2018 di Aceh Besar.
Melalui pembinaan yang terpogram, terencana dan selalu dievaluasi, diharapkan atlet-atlet dari Kota Langsa dapat mengharumkan nama Aceh di forum nasional dan internasional, kata Mualem.
Menurut Mualem, olahraga dapat dijadikan sebagai salah satu jalan untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa. Ia memberi contoh semisal Brazil, dan Argentina, yang meskipun secara ekonomi negara tersebut tertinggal dari negara-negara eropa, namun lewat olahraga sepakbola, marwah Brazil dan Argentina cukup disegani dunia.
Pelatih harus sungguh-sungguh membina atlet, dan atlet harus yakin dalam latihan. Insya Allah olahraga Aceh gemilang di masa hadapan.[]




