SUBULUSSALAM – Ketua Harian KONI Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyempatkan diri menyambangi tim ekspedisi yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Pecinta Alam Subulussalam (Komppas) di Jawa Barat.
“Sekarang saya lagi bersama tim ekspedisi di Jabar,” kata Fajri Munthe melalui sambungan telepon kepada portalsatu.com, Sabtu 17 September 2016, usai siang tadi.
Fajir Munhte yang juga Wakil Ketua DPRK Subulussalam turut mendampingi KONI Aceh mengikuti PON XIX 2016 di Jawa Barat. Dari Subulussalam terdapat sekitar 8 altet yang berlaga pada even tingkat nasional tersebut.
Atlet dari Subulussalam baru saja memulai pertandingan di cabang arung jeram. Meskipun tidak berhasil mendapatkan mendali, atlet dari Subulussalam harus tetap bangga karena berada peringkat ke-4.
Di sela-sela menghadiri acara tersebut, Fajri Munthe bersama sejumlah pengurus KONI Subulussalam masing-masing Safran Kombih, Baginda Nasution, Jhonson Siregar dan Radi Karim menyempatkan diri mengunjungi tim ekspedisi yang beranggotakan Amri Purnama, Suhendri dan Joni, mereka saat ini sedang berada di Jawa Barat.
“Saya bangga melihat anak-anak muda ini, mereka rela meluangkan waktu yang sangat lama untuk melakukan ekspedisi ini, hanya untuk mengelilingi nusantara untuk mempromosikan Subulussalam kepada dunia, luar biasa,” kata Fajri.
Sebagai bentuk penghargaan, kata Fajri, ia berencana melakukan penyambutan ketika tim ekspedisi tiba di Subulussalam. Becak motor yang menggunakan motif tabir adat Subulussalam itu akan dimuseumkan di sekretariat DPRK setempat.
“Masyarakat luar saja senang banyak yang minta foto, masa kita tidak. Becak motor itu nantinya akan kita pajang di kantor dewan, gantinya mereka akan diberikan becak baru,” katanya.
Sementara Amri Purnama mengatakan kegiatan keliling nusantara ini dalam rangka memperingati hari jadi ke-54 Subulussalam. Tujuan akhir perjalanan ini menancapkan bendera kebanggaan Kota Subulussalam di Puncak Gunung Jawa Wijaya, Provinsi Papua.
Selama perjalanan, Amri mengaku banyak mendapat tanggapan respon positif dan bantuan dari masyarakat menyambut kedatangan mereka saat melintasi suatu daerah. Tak jarang pula ada banyak warga yang minta foto bersama dengan becak motor yang dilengkapi dengan bendera Subulussalam dan bendera merah putih.
Usai melakukan perjalanan ini, Amri bersama rekan-rekannya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah Subulussalam, terutama menyangkut lowongan pekerjaan bagi mereka. Apalagi Amri bersama dua orang temannya melakukan perjalanan selama lima bulan untuk mengelilingi nusantara hanya mempromosikan Bumi Sada Kata kepada dunia. Sehingga kota yang lahir pada 2007 lalu ini akan lebih dikenal masyarakat di seluruh nusantara.[]
Laporan Sudirman

