BANDA ACEH Sekretariat Pusat Forum Silaturahim Kemakmuran Masjid Serantau (FORSIMAS) bekerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Arraniry mengadakan seminar bertajuk Digital Masjid Society: Now and Future, Minggu (27/8).
Acara yang mengangkat tema mengenai perkembangan Masjid di Era Digital dan bagaimana memberdayakan komunitas Masjid berbasis digital ini menghadirkan Ony Martin selaku Ketua Komunitas Sahabat Masjid Indonesia.
Ony Martin dalam paparannya mengatakan, perkembangan teknologi dan digitalisasi Masjid saat ini tak bisa dihindari, karena teknologi sudah masuk ke berbagai lingkungan masyarakat termasuk lingkungan Masjid, maka solusinya adalah memanfaatkan teknologi untuk hal positif yang bermanfaat bagi lingkungan di dalam dan di luar Masjid.
Jika tidak, maka umat akan hanya diberikan pilihan hal-hal negatif dalam pemanfaatan teknologi. Cara yang dapat ditempuh untuk pemanfaatan teknologi yang positif di lingkungan Masjid adalah merekam aktifitas taklim atau dakwah, baik khutbah Jumat maupun pengajian rutin, ujar Ony Martin, dalam siaran pers.
Ony menambahkan, video pengajian dan khutbah Jumat yang sudah direkam kemudian disebarkan melalui media sosial facebook atau youtube. Sehingga media sosial dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Jamaah yang memiliki media sosial juga dapat berpartisipasi dengan cara Like, memberikan komentar dan membagikan video tersebut.
Jika satu pengguna facebook rata-rata memiliki 1000 teman maka jika dibagikan oleh 10 orang jamaah, maka video dakwah Islam tersebut dapat disaksikan oleh 10.000 teman yang tergabung dalam media facebooknya, terang Ony yang juga seorang pengusaha IT di bidang Internet Service Provider (ISP) ini.
Lebih lanjut, Ony menambahkan, pemanfaatan teknologi siaran langsung melalui fitur live streaming facebook dapat dimanfaatkan untuk mengadakan taklim online (Live Streaming) dengan menghadirkan pemateri dari luar negri dan dapat disaksikan dari berbagai Masjid di berbagai belahan dunia.
Pemateri lainnya, ketua Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT), Teuku Farhan, mahasiswa Fakultas sains dan teknologi dapat menyalurkan ilmunya dengan berkontribusi dilingkungan Masjid dengan cara menjadi relawan cyber Masjid sehingga ilmu yang diperoleh di kampus dapat langsung diterapkan dan bermanfaat bagi umat.
Dengan begini mahasiswa akan mendapat lingkungan bermain yang positif daripada lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi. Untuk itu diperlukan kesadaran dari pengurus Masjid dan tidak menutup pintu untuk kaum muda yang ingin berkontribusi dalam bidang IT yang dapat menghasilkan karya-karya positif untuk syiar Islam melalui media digital, terang Teuku Farhan.
Sementara itu, Dr Ismail Anshari selaku Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Arraniry dalam sambutannya mengharapkan agar acara ini dapat membuka wawasan baru bagi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Arraniry yang baru seumur jagung ini.
Walaupun Fakultas ini baru dibuka namun mahasiswanya sudah dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat. Mahasiswa kami ada yang meraih prestasi nasional karena berhasil mengembangkan teknologi pengacak sinyal handphone di Masjid sehingga jamaah tidak bisa menggunakan handphone dalam radius tertentu di dalam Masjid. ujar Ismail.
Sekjen Forsimas Pusat, Drs M Hasan Basry, yang hadir dalam acara ini juga turut memberikan sambutan dalam acara ini memberikan motivasi bagi mahasiswa agar dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat dan dakwah Islam, apalagi saat ini kemudahan dalam fasilitas belajar mengajar sangat jauh lebih baik dibanding pada masa beliau saat mengabdi di IAIN dulu.[]




