SIGLI – Fazrial, 23 tahun, pengusaha tambang emas di Gampong Pulo Loeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Senin, 8 Februari 2016, sekitar pukul 10.00 WIB, dtemukan pingsan dalam kondisi bersimbah darah di tempat tidurnya di lokasi penambangan emas. Ia diduga menjadi korban aksi perampokan. Puluhan juta harta milik korban dibawa perampok.

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, S.IK., M.H., kepada portalsatu.com, Senin sore, membenarkan adanya kejadian tersebut. Fazrial yang tercatat sebagai warga Gampong Lam Ara Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, kata Muhajir, mulanya dievakuasi ke Puskesmas Geumpang guna memperoleh perawatan medis. Korban yang mengalami luka di bagian dahi kanan dan banyak mengeluarkan darah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tgk. Chik Di Tiro Sigli.

“Kejadian itu menimpa korban ketika dia sedang beristirahat di kosnya. Pelaku menggunakan pelor pengolahan gelondongan emas menghantam bagian kepala korban, sehingga korban pingsan dan bersimbah darah,” kata Kapolres Muhajir.

Menurut Muhajir, korban ditemukan oleh Fauzi, 32 tahun, warga Gampong Lutung, Kecamatan Mane, Pidie yang hendak menjual emas kepada korban. Fauzi, kata dia, kaget melihat korban terbaring dengan muka bersimbah darah. Lalu, lanjut Muhajir, Fauzi memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya yang kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Geumpang.

“Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, pelaku berhasil membawa barang dan emas dengan kerugian mencapai Rp70 juta. Kini kasusnya sudah ditangani Polsek Geumpang,” ujar Muhajir.[] (idg)