Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaBerita PidiePekerja Tambang Emas...

Pekerja Tambang Emas Ilegal Asal Luar Aceh di Pidie Diduga tak Melapor

SIGLI – Diduga ratusan warga pendatang dari luar Aceh bekerja di pertambangan emas ilegal di hutan Kecamatan Mane dan Geumpang, Kabupaten Pidie. Pendatang tersebut diduga bebas keluar masuk tanpa melapor kepada otoritas setempat.

Informasi dihimpun portalsatu.com, umumnya para pendatang itu bekerja pada tambang emas sebagai penggali trowongan bawah tanah. Kedatangan mereka tidak pernah melapor kepada pemerintah desa yang menjadi lokasi domisili mereka. Keuchik maupun camat tidak tahu pasti asal-usul pendatang tersebut.

Contoh kasus, dua warga pendatang yang tewas akibat pesta miras oplosan beberapa waktu lalu. Keduanya merupakan pendatang dari Jawa Barat yang bekerja pada salah satu lokasi tambang emas ilegal di Geumpang.

Menurut Keuchik Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Ridwan, kepada portalsatu.com, mereka tidak pernah melapor secara administrasi kepada pemerintah desa. Semestinya setiap pendatang yang masuk ke wilayah tertentu harus melaporkan kepada otoritas tempat domisili mereka.

Sumber portalsatu.com di Geumpang mengaku banyak pekerja tambang emas didatangkan dari luar kabupaten. Mereka rata-rata bekerja sebagai penggali terowongan dalam tanah yang berisiko tinggi karena terancam tertimbun longsor.

“Ratusan pekerja tambang berasal dari luar provinsi. Ada dari Sulawesi, Medan, bahkan dari pulau Jawa. Umumnya mereka buruh penggali terowongan tambang emas,” kata sumber yang enggan namanya ditulis.

Semestinya pemilik tambang mendata pekerja untuk dilaporkan kepada pemeritah setempat. Apalagi menetap dalam waktu lama.

Camat Geumpang, Maskur, maupun Camat Mane, Mahdi, Rabu, 13 Juli 2022, mengaku tidak ada pihak yang memasukkan data pendatang ke kantor camat. Baik dari pemilik tambang maupun keuchik selaku perpanjangan pemerintah di tingkat desa.

Adapun aktivitas tambang ilegal di Geumpang terdiri dari empat katagori teknik pencarian emas. Mulai mendulang secara tradisional, ada juga dengan cara mengerahkan alat berat ekskavator. Ada pula warga yang menggunakan mesin sedot. Terakhir dengan cara menggali terowongan dalam tanah. Pola inilah yang dinilai berbahaya bagi keselamatan jiwa pekerja maupun keselamatan alam dan lingkungan.[] (Zamahsari)

Baca juga: