BANDA ACEH – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Aceh menggelar diskusi publik terkait kehidupan ekonomi masyarakat di Duek Pakat Coffee Banda Aceh, Sabtu, 8 April 2017.

Koordinator acara Ahsanul Abid mengatakan, diskusi ini merupakan program rutin yang bertajuk NGOPI atau Ngobrol Pemuda Islami. Diskusi ini mengangkat permasalahan yang muncul di tengah masyarakat saat ini khususnya di bidang ekonomi. 

“Mulai dari tingginya angka kemiskinan, pengangguran,  kriminalitas dan kesenjangan sosial,” kata Ahsanul.

Mengusung tema “Pemuda dan Semangat Wirausaha” diskusi ini mengundang pemateri dari penggagas bisnis Tegalwaru, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yaitu Tatiek Kancaniati.

Tatiek Kancaniati selaku pemateri menyampaikan, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda di bidang wirausaha.  Salah satunya melalui social entrepreneur.

“Social entrepreneur bisa menjadi ajang untuk membangun sosial yang lebih baik dan juga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di sekitar kita,” kata Tatiek.

“Penting bagi pemuda sekarang untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat melalui pengembangan social entrepreneur. Apalagi ada banyak hal yang bisa kita kembangkan dengan melalui usaha kerajinan tangan, daur ulang sampah, menjahit dan lainnya,” ungkap Tatiek.

Tatiek juga mengajak para pemuda Aceh yang hadir di NGOPI untuk menjadikan kegiatan social entrepreneur sebagai salah satu cara menyalurkan hobi dan menyelesaikan permasalahan masyarakat di sekitarannya.

Sementara Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad mengatakan, diskusi ini untuk meningkatkan semangat berwirausaha bagi pemuda Aceh. Dia menyampaikan, saat ini pemuda Aceh masih sangat sedikit yang menggeluti wirausaha.

“Akibatnya banyak pemuda yang menjadi pengangguran karena lebih memilih menjadi pegawai negeri sedangkan untuk menjadi pegawai negeri sangat sulit,” kata Tuanku.

“Dengan adanya diskusi ini kita harapkan semakin banyak pemuda Aceh yang tercerahkan dan ingin mencoba membuka lapangan kerjanya sendiri tanpa harus berpangku tangan sama pemerintah,” katanya.[]