LHOKSUKON – Samsul Bahri alias Mancho, 28 tahun, warga Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe, Selasa, 28 Agustus 2018. Ia merupakan salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata ‘Setan Botak Peureulak’ yang ditangkap, Minggu, 26 Agustus lalu.
“Saat ditangkap, tersangka Samsul melawan petugas Bripda A, bahkan Bripda A sempat ditusuk di perutnya dengan pisau yang sudah kita amankan. Bripda A melakukan perlawanan. Karena posisi agak berjauhan, Bripda A memukul Samsul di lehernya dan kemudian dia (Samsul) terlempar ke dalam parit dengan kepala membentur batu.”
“Itu diperkuat dengan hasil rontgen pihak rumah sakit. Kepalanya memang agak remuk karena benturan itu. Dia tersangka dan anggota kelompok itu,” ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian melalui Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah saat konferensi pers di aula Tribrata, Jumat, 31 Agustus 2018 sore.
Terkait tersangka Zulkifli alias Jol alias Botak yang meninggal di lokasi penyergapan, Iptu Rezky mengatakan, pihaknya terpaksa melumpuhkan dengan timah panas karena tindakan yang dilakukan tersangka.
“Dalam penyergapan itu, Zulkifli sempat melempar granat ke arah kaki Kompol Suwalto. Dia (Zulkifli) juga sempat hendak menarik revolver (milik alm Bripka Faisal yang dirampas) yang diselipkan di pinggangnya. Itulah yang terjadi ekses kenapa Zulkifli meninggal dunia di lokasi. Zulkifli itu tersangka utama,” ungkapnya. []


