LHOKSEUMAWE – Penumpang bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Kota Lhokseumawe melonjak menjelang pemberlakuan larangan mudik lebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Larangan mudik itu dimulai 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Ramai warga terlihat di terminal itu, bersiap berangkat menuju Medan, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah lain di Aceh, Senin, 3 Mei 2021, malam.

Salah seorang petugas loket Terminal Tipe A Lhokseumawe, Amrizal, mengatakan sebelumnya pihaknya hanya melayani penumpang sekitar 100 orang per hari. Namun, menjelang pemberlakuan aturan larangan mudik, jumlah penumpang mencapai 150 hingga 170 orang per hari.

Menurut Amrizal, saat ini jumlah penumpang bus di Terminal Lhokseumawe meningkat mencapai 20 persen dibandingkan hari biasanya.

“Jika dilihat dari segi kerugian akibat larangan mudik tentu ada, mengingat lebaran merupakan momentum pengusaha yang tergabung dalam organisasi angkutan darat atau Organda untuk meningkatkan pendapatan di sektor travel,” kata Amrizal kepada wartawan, Senin, malam.

“Banyak juga dari calon penumpang yang menunda keberangkatannya, karena adanya informasi mengenai larangan mudik dan diberlakukan persyaratan surat hasil tes negatif Covid-19 bagi penumpang,” tambah Amrizal.[]