BANDA ACEH- Anggota DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, penyakit PLN Aceh sama saban tahun, yakni listrik padam tak beraturan yang mengakibatkan kerugian bagi konsumen pelanggan listrik negara.
“Untuk itu, kita minta PT PLN mengganti atau memberi kompensasi kepada pelanggan yang menderita akibat pemadaman tersebut. Jangan terus menuntut haknya, sementara kewajiban memberi pelayanan terbaik kepada konsumen terabaikan,” kata Iskandar, di Banda Aceh, usai salat Jumat, 7 April 2017.
Dikatakannya, setiap kali listrik padam, PLN beralasan akibat rusak pembangkit interkoneksi Sumatera Utara, maka muncul pertanyaan kenapa setiap tahun alasannya demikian. “Pembangkit Lhokseumawe dan Nagan juga menjadi alasan yang sering terucap,” katanya.
Seharusnya, kata Iskandar, PLN bisa mengendalikan sistem energi listrik di Aceh dengan tidak melakukan pemadaman secara massif. “Apalagi kalau padamnya bulan Ramadhan, ini sangat tidak benar. PLN Aceh harus bisa menjamin listrik nyala selama Ramadhan nanti. Jika tidak, General Manager PLN-nya harus diganti,” katanya tegas.
Politisi Partai Aceh ini juga mempertanyakan kapasitas pembangkit dan berapa beban puncak PLN Aceh. Begitu juga semua pembangkit besar Aceh, kenapa berada di bawah kendali Medan. “Aceh sudah saatnya mandiri energi listrik. PLTA Peusangan harus segera dipacu untuk menopang energi listrik ini. Jika pembangkit yang ada di Lhokseumawe dan Nagan padam,” kata Iskandar lagi.[]


