ACEH UTARA – Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Aceh Utara mengadakan seminar tentang penanggunangan penyakit tuberkulosis. Acara tersebut diikuti seluruh camat, kepala Puskesmas, pemuda, mahasiswa, OKP dan sejumlah masyarakat, di Aula Setdakab Aceh Utara, Kamis, 24 Maret 2016.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, ketua panitia kegiatan, dr. Ferianto mengatakan, acara tersebut dalam rangka memperingati hari TB sedunia. Sebelum seminar, dilakukan pengukuhan pengurus PPTI Aceh Utara oleh Bupati H Muhammad Thaib diwakili Sekda Isa Anshari.
Hadir sebagai pemateri, dr. Wira Winardi, M.Sc, dengan materi program penanggulangan TB di Aceh, Indonesia dan Dunia. Kemudian, Infeksi HIV dan sakit TB diisi oleh dr Makhrozal, lalu dr Indra Buana, Sp.P, mengisi materi tentang Tuberkulosis; diagnosis, pengobatan dan pendampingan.
Wira Winardi, menyampaikan, penyakit tuberkulosis atau dikenal penyakit TB tersebut seperti petarung tinju jika sudah terinfeksi kepada seseorang. Jika tidak mengobatinya maka akan selalu terserang dan terkena pukulan oleh lawan.
Sangat mudah menular melalui udara, satu penderita TB aktif dapat menularkan kepada 10-15 orang disekitarnya pertahun, penderita TB MDR akan menularkan kuman TB MDR, ungkapnya.
Sementara Indra Buana mengatakan, tuberkulosis penyakit yang disebabkan infeksi Mycobacterium Tuberculosis Complex. Parahnya, kata dia, setiap detik paling sedikit satu orang terinfeksi TB dan setiap 10 detik ada satu orang yang meninggal dunia akibat TB. TBC menular lewat dahak yang dikeluarkan saat batuk dan bersin, bukan lewat makanan, minuman, piring, dan pakaian.
Ini bukan penyakit keturunan, bukan karena guna-guna (serbok), bukan juga karena diracuni orang, tapi beginilah caranya kuman TBC masuk ke dalam tubuh manusia. Bila penderita TBC meludahkan dahak, batuk, bersin, kuman TBC akan menyebar ke udara, kuman TBC dapat terhirup oleh orang lain yang berada di sekitar penderita secara tidak sengaja, ungkapnya.[] (rel)

