LHOKSEUMAWE – Empat penyandang disabilitas ikut menyaksikan debat publik kedua antarpasangan calon wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe, yang digelar KIP di Gedung Serbaguna IAIN Lhokseumawe, Kamis, 21 November 2024.

Debat terakhir itu diikuti empat pasangan cawalkot-cawawalkot Lhokseumawe, yaitu nomor urut 1 Azhari-Zulkarnen; nomor urut 2 Sayuti Abubakar-Husaini; nomor urut 3 Ismail-Azhar Mahmud; nomor urut 4 Fathani-Zarkasyi.

Tema debat tersebut ‘Menuju Kota Lhokseumawe yang bermartabat, sehat dan bersyariat’. Subtemanya ‘Pengembangan SDM, pendidikan, dan kebudayaan’; ‘Kesehatan, perlindungan sosial, perempuan, dan anak’; ‘Syariat Islam, dan pengembangan dayah’; dan ‘Pengembangan pemuda, dan pemberantasan narkoba’.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe ikut mengundang empat orang perwakilan penyandang disabilitas untuk menyaksikan secara langsung debat publik itu. Keempat warga berkebutuhan khusus yang hadir adalah M. Rafly, M. Sidqqi, Taqim, dan Wilda. Mereka hadir didampingi gurunya, Mursyita, dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Aneuk Nanggroe Lhokseumawe.

Mursyita juga menjadi penerjemah gerak isyarat pada acara debat tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kepada KIP Lhokseumawe yang telah mengundang para disabilitas pada debat ini. Kami berterima kasih untuk KIP dan event organizer (EO) PT RAF yang telah memfasilitasi para disabilitas untuk menyaksikan debat. Sangat terharu karena anak didik saya ditempatkan di kursi paling depan, yang biasanya diisi para pejabat,” ungkap Mursyita, usai acara debat publik.

Baca juga: Ini Program Empat Cawalkot Lhokseumawe Dalam Debat Terakhir

Plh. Ketua KIP Lhokseumawe, Armiadi, mengatakan pihaknya memfasilitasi serangkaian acara debat untuk dapat dinikmati seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe. Para penyandang disabilitas juga diberikan tempat khusus supaya mereka bisa menilai calon pemimpin yang akan dipilih.

“Maka kita mengundang beberapa perwakilan disabilitas ke acara debat, yang lainnya bisa melihat melalui live streaming karena ada penerjemah gerak isyarat untuk ditayangkan. Tentunya ini bagian dari subtema tentang kesehatan, perlindungan sosial, perempuan, dan anak. Artinya, ini sudah mencakup semua bagi kalangan masyarakat, karena semua mereka punya hak pilih yang sama pada Pilkada 27 November 2024,” ujar Armiadi.[]