BANDA ACEH – Perbaikan mesin pesawat militer US Air Force Boeing 707 membutuhkan waktu 2-3 hari. 

“Kalau sesuai informasi dari mereka, estimasinya itu sekitar 2-3 hari dia akan melaksanakan kegiatan di sini,” kata Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM)  Kolonel Penerbang Suliono, kepada wartawan, Selasa, 4 April 2017 sore.

Sebelumnya pesawat Boeing 707 milik US Air Force yang mengangkut 20 penumpang, mendarat darurat di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh, Jumat 24 Maret 2017. Pesawat yang terbang dari pangkalan militer Amerika Serikat di Diego Garcia, Samudera Hindia ini dilaporkan mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, pesawat tersebut harus menunggu beberapa hari di Aceh untuk mendapatkan peralatan mesin engine dari negaranya. Pesawat bantuan yang mengangkut mesin, baru tiba di Aceh pada Selasa, 4 April 2017 sore.

Danlanud Suliono mengatakan, pesawat bantuan jenis C-17 yang tiba selain membawa mesin engine juga membawa 14 orang kru mekanik. Mereka nantinya akan bergabung dengan 9 orang kru yang sebelumnya sudah ada di Aceh.

“Informasi dari mereka, tadi kami sudah berbincang-bincang dengan Mr. Antoni, total 14 itu semua keperluan untuk mekanik. Jadi totalnya ada 23 personil, 14 yang turun saat ini, 9 yang ada saat ini,” kata Danlanud Suliono.

General Manager Angkasa Pura, Surahmat, mengatakan pesawat C-17 yang tiba bersama 14 crew tidak memiliki misi lain, selain membantu memperbaiki pesawat Boeing 707.

“Dan terkait dengan ketentuan pengamanan dan angkutan militer, ini kategori pesawat militer hasil koordinasi juga dengan pertahanan Amerika bahwa ini semua adalah sifatnya memang bantuan. Bantuan untuk perbaikan pesawat, jadi murni peralatan atau mesin-mesin untuk penggantian,” kata Surahmat.

Surahmat mengatakan pihak imigrasi juga sudah mengecek dokumen awak pesawat Amerika Serikat tersebut untuk memastikan keamanan. Pihak bandara juga meminta petugas mereka untuk memantau barang bawaan pesawat bantuan tersebut.

“Untuk imigrasi standby di terminal karena semua server dan juga data-data mereka ada di sana,” kata Surahmat.

Dia juga menyebutkan setelah pemeriksaan, awak pesawat militer Amerika Serikat baru diperbolehkan keluar jika ingin menginap di hotel.

“Mereka bisa nginap di luar, rencana bisa boking hotel di luar, nanti kru yang datang, mekanik akan keluar baru nanti mungkin akan melaksanakan pekerjaan,” katanya lagi.[]