ACEH UTARA – Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) memperingati Haul ke-743 tahun wafatnya Sultan Al-Malik Ash-Shalih, pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Peringatan Haul Sultan Kerajaan Islam Samudra Pasai, Al-Malik Ash-Shalih atau sering disebut Sultan Malikussaleh, itu dilaksanakan di Kompleks Makam Al-Malik Ash-Shalih, di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis, 15 Ramadhan 1439 Hijrah/31 Mei 2018, sore.
Sejauh ini, baru inilah pertama kali diadakannya peringatan Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih dan Sultan Bandar Sumatra (Samudra Pasai) lainnya. “Kita mengadakan kegiatan ini meliputi tiga kategori, yaitu memperingati Haul tiga Sultan Samudera Pasai yang wafat pada bulan Ramadan. Kemudian melakukan zikir dan doa bersama untuk mengenang para sultan yang telah berjasa dalam mensyiarkan agama Islam di Asia Tenggara. Kita juga menyantuni 15 anak yatim,” kata Wakil Ketua Cisah, Sukarna Putra, kepada portalsatu.com/, Kamis malam.
Sukarna Putra menyebutkan, kegiatan ini terlaksana atas swadaya anggota Cisah bersama masyarakat dan sejumlah tokoh yang konsen terhadap tinggalan sejarah. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir dan berbuka puasa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anak yatim yang berada di lingkungan Kompleks Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih.
Menurut Sukarna Putra, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi keluarga besar Cisah dengan masyarakat yang peduli terhadap sejarah. “Peringatan Haul ini baru pertama kita lakukan di Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih. Seperti kita ketahui bahwa sebelumnya belum pernah ada yang melakukan hal ini saat bulan Ramadan,” ujarnya.
“Kita berharap ke depan kegiatan seperti ini terus dilestarikan khususnya saat bulan Ramadan, karena hal ini mengacu pada wafatnya Sultan Al-Malik Ash-Shalih saat bulan suci. Kita rasa siapa saja berhak untuk memperingati Haul Sultan ini, tujuannya untuk mengenang serta menghormati para sultan yang telah mendahului kita semua,” kata Sukarna Putra.
Informasi diperoleh portalsatu.com/ dari Ketua Cisah, Abdul Hamid alias Abel Pasai, dari seluruh Sultan Bandar Sumatra, berdasarkan hasil penelitian pihaknya sementara ini tercatat ada tiga sultan yang wafat pada bulan Ramadan yang penuh berkah. Keterangan tarikh wafatnya tercatat pada inskripsi di masing-masing nisannya.
Di antaranya, Sultan Al-Malik Ash-Shalih, wafat pada bulan Ramadhan tahun 696 Hijrah Nabi, atau bertepatan dengan bulan Juni/Juli tahun 1297 Masehi, Sultan Mu'iz Ad-Dunya wa Ad-Din Ahmad, wafat pada bulan Ramadhan tahun 870 Hijrah Nabi, bertepatan dengan bulan April/Mei tahun 1466 Masehi, dan Sultan 'Adlullah, wafat pada 9 Ramadhan tahun 911 Hijrah Nabi, bertepatan dengan hari Selasa, 13 Februari tahun 1506 Masehi.
Abel Pasai menilai, peringatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin untuk terus mengenang wafatnya pendiri Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara dan tokoh-tokoh penting Bandar Sumatra lainnya. “Agar bersama-sama kita jadikan pedoman, tentunya kita mesti sedikit menyempurnakan pengenalan tentang siapa Sultan Al-Malik Ash-Shalih ini,” ujarnya.
Abel Pasai turut mengutip terjemahan dari inskripsi nisan kaki (bagian selatan) Makam Sulan Al-Malik Ash-Shalih, yang berbunyi, “Inilah kubur orang yang dirahmati lagi diampuni, yang bertakwa lagi pemberi nasihat, yang berasal dari keturunan terhormat dan terkenal lagi pemurah, yang ahli ibadah dan pembebas, yang digelar dengan Sulthan Malik Ash-Shalih, yang meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 696 sejak perpindahan (hijrah) Nabi [SAW]. Semoga Allah melimpahkan Rahmat ke atas pusaranya dan menjadikan syurga tempat kembalinya”.[]



