PERGELARAN Seni dan Budaya Sound of Nanggroe Vol.6 dengan tajuk ‘Ngopi Reggae bersama Made In Made” Sukses Digelar. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Mei 2025 pukul 16.00–18.30 WIB.

Acara tersebut juga terlihat unik dikarenakan panggungnya berada di atas tangga atau pintu masuk gedung teater terbuka yang sering kalau orang menyebutnya gedung open stage. Itu berada tepat berhadapan dengan Warkop TB (Warung Kopi Taman Budaya) yang sebelumnya itu Kantor UPTD Taman Budaya tempo dulu.

Di sela kegiatan juga ada fun game, kuis dan lomba minum kopi, masing-masing disediakan 3 cup kopi ukuran besar, siapa yang duluan bisa menghabiskan kopi, akan mendapatkan hadiah/bingkisan.

Acara hiburan tersebut juga diisi dengan sambutan dari Ketua Majelis Seniman Aceh (MaSA), Chairiyan Ramli. Dia mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh serta semangat agar kegiatan ke depannya harus tetap berlanjut.

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Wilayah Banda Aceh, Iskandar Nurdin, turut memberikan kata sambutan.

Ada hal yang menarik perhatian seru dan juga mengundang gelak tawa para tamu undangan yaitu di saat Azhadi Akbar, kepala UPTD Taman Seni Budaya Aceh, memberikan kata sambutan, tiba-tiba Made sapaan akrab Ramadhan Moeslem Arrasuly menghampiri Azhadi dengan segelas kopi, dan berbisik menggunakan microphone yang berada di tangannya.

“Riilek aja lah pak jangan gerogi begitu, ini saya bawakan secangkir kopi special agar sedikit rilex. Ini kopinya baru saja diracik langsung di tempat acara oleh seorang teman yang berasal dari Georgia, Amerika Serikat, dan sudah belasan tahun tinggal di Aceh, namanya Nick, direktur Gayo Best Coffee Lab.

Lantas Azhadi tiba-tiba duduk di atas anak tangga panggung dan berkata “Kalau begini made, saya jadi grogi beneran”.

Selain para tamu undangan, staff dan secuirity kantor UPTD Taman Budaya ikut terhibur dan tertawa bahagia.

“Sosok kepala UPTD Taman Budaya itu sederhana dan ramah. Walaupun selama beliau menjabat sebagai kepala UPTD Taman Budaya Aceh, saya tidak pernah sekalipun terlibat dalam event pemerintah di Taman Budaya Aceh, akan tetapi saya memiliki komunikasi yang sangat baik. Begitu juga sikap saya baik terhadap semua staff, security dan clining service. Karena kita ini memang harus saling menghargai satu dengan lainnya tanpa harus memandang status, pangkat dan jabatan,” kata Made.

 

Salah satu tamu undangan, terlihat Kho Khie Shiong, yang merupakan Ketua Yayasan HAKKA yang juga mewakilili komunitas Tionghoa di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh. Dari awal acara dimulai, dia sudah hadir dan menantikan kapan performance Made in Made, yang ternyata jadwal perfiomancenya di penghujung acara.

Selain penampilan terbaik Made In Made, acara yang dipandu oleh MC Kiki tersebut menampilkan tari, syair penyair dari Sumatra Thayeb Loh Angen, puisi dari Nafis Rakan & Hifzan Prasetya, live painting dan music, biola dari Nada Zayyana Haula, dan nyanyian dari Keisya Aqilah Humaira.

 

Made mengatakan, acara tersebut terlaksana atas dukungan banyak pihak. Di antaranya Majelis Seniman Aceh (MaSA), UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, PMI Kota Banda Aceh, RAPI Banda Aceh, PERCASI Banda Aceh, Warkop TB, Gayo Best Coffee Lab, Tribun Gayo, Acehmonitor, Portalsatu, Ruangpublik. Id, Haba Daily, Genppari Aceh,  ICMI Aceh, IM Hetro, Ija Kroeng, Oleks Kaos Aceh, Apotek Wareuna, ADOe, KAHF, NBC Barbershop, FAHRA’S Entertaiment, Sanggar Geunta Nanggroe, Budaya Aceh Nusantara, CV Narizki Group, FAM Soundsystem.[]