YOGYAKARYA – Mahasiswa Aceh di Yogyakarta menggelar Acara peringatan Gempa dan Tsunami Aceh, 26 Desember 2017. Acara tersebut dipelopori oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Taman Pelajar Aceh (TPA) dan Seuniman Rapa'i Aceh Yogyakarta (SeuRAYa).
Ketua panitia Acara, Alfi Ghufran mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bentuk refleksi bencana Gempa dan Tsunami Aceh 2004 lalu.
“Jadi kita gelar Zikir dan Doa bersama di Balee Gadeng Sagan pada pagi hari, kemudian sore harinya ada tarian massal di lapangan Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta,” kata Alfi.
Selain itu, Alfi Ghufran juga mengungkapkan bahwa acara peringatan Tsunami ini mengusung tema 13 Tahun Smong: Bangkit dalam Doa dan Budaya.
Ketua Taman Pelajar Aceh, Zulfan Febrian mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Taman Pelajar Aceh untuk memperingati Gempa dan Tsunami Aceh setiap tahunnya.
“Acara ini bertujuan untuk mendorong kebangkitan korban Gempa dan Tsunami supaya tidak terus berlarut dalam duka,” ungkapnya.
Tarian massal digarap langsung oleh SeuRAYa dengan menampilkan tarian pukat yang dipadukan dengan musik tradisional khas Aceh serta ditarikan oleh 200 penari gabungan dari seluruh sanggar dan komunitas tari Aceh di Yogyakarta.
Ketua SeuRAYa, Muhammad Al Farra mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi keikutsertaan para penari yang secara ikhlas mau bergabung dalam garapan tarian massal.
“Tarian ini merupakan bentuk rasa simpati pegiat seni Aceh terhadap musibah Tsunami yang melanda Aceh dan semoga ini menjadi dorongan untuk masyarakat Aceh supaya terus maju dan bangkit dari musibah,” tutup Farra.[] (rel)



