BANDA ACEH – Event Organizer Infinity, Leverasindo Jaya bekerja sama dengan Museum Aceh memperingati Hari Museum Indonesia Tahun 2018, di Aula Museum Aceh, Jumat, 12 Oktober 2018.
Peringatan Hari Museum itu dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti talk show mengusung tema “Sejarah, Budaya dan Kemajuan Aceh” dengan menghadirkan pembicara utama Putra Hidayatullah (penulis dan kurator), dan Khairul Fajri (owner Ija Kroeng), yang dipandu moderator Muhajiburrahman.
Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs. Amiruddin, M.Si., dihadiri Kepala Museum Aceh, Dra. Junaidah Hasnawati, mantan Kepala Museum Aceh, Drs. Nurdin AR., M.Hum., dan sejumlah pejabat lainnya. Turut hadir para komunitas seperti Masyarakat Pecinta Sejarah Aceh (Mapesa), Ikatan Mahasiswa Banda Aceh, Ikatan Duta Wisata Kota Banda Aceh, Ikatan Duta Bahasa Provinsi Aceh, pelajar SMA Banda Aceh dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya.
Kepala Museum Aceh, Junaidah Hasnawati, mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang bagaimana peranan museum dalam memperkukuh jati diri dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan museum tersebut.
“Untuk itu kita mengajak seluruh masyarakat Aceh dan khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan museum dan koleksinya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Hal ini agar dapat mengetahui bagaimana sejarah masa lalu di Aceh dan sebagai pengembangan untuk masa depan. Mari menjadikan museum sebagai salah satu tempat penting dalam menata kehidupan bermasyarakat,” kata Junaidah Hasnawati dalam sambutannya.
Menurut Junaidah, Museum Aceh memiliki berbagai jenis koleksi yang berjumlah 6.628 koleksi dengan klasifikasi yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologika, senirupa dan teknologika. Semua benda ini merupakan bahan pembelajaran untuk mengenal bagaimana kehidupan masyarakat Aceh terdahulu.
“Museum Aceh saat ini sedang berbenah membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan standar museum. Hal ini dilakukan untuk terus meningkatkan kecintaan dan daya tarik masyarakat terhadap museum,” ujar Junaidah.
Menurut Junaidah, selama ini cukup banyak masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Museum Aceh terutama dari Malaysia. Ini membuktikan minat wisatawan masih tinggi untuk mengunjungi museum tersebut.
Sementara itu, Event Organizer Infinity, Leverasindo Jaya, M. Reza Pahlevi, mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Museum Indonesia 2018, pihaknya juga mengadakan sejumlah perlombaan seperti vlog atau video blog merupakan kompetisi yang bertujuan memperkenalkan sejarah kepada masyarakat melalui media video dengan mengusung tema “History in Harmony”.
Ia menambahkan, peserta bisa menggambarkan bagaimana perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda, budaya tradisional Aceh, sejarah Kerajaan Aceh Darussalam, asal muasal Aceh dan sejumlah subtema lainnya.
Selain itu, kata Reza, juga diadakan lomba bakiak, tarik tambang, pancing botol, injak balon dan perlombaan lainnya pada Sabtu, 13 Oktober 2018.[]




