SIGLI – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie, Bakhtiar Abdullah akrab disapa Panglima Madon mendesak pemerintah pusat menuntaskan butir-butir MoU Helsinki yang sampai saat ini belum terealisasi.
Hal itu dikatakan Panglima Madon kepada portalsatu.com/, di sela-sela peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie, Rabu, 4 Desember 2019.
“Kita mendesak pemerintah untuk segera merealisasi butir – butir MoU yang hingga saat ini masih tertahan. Padahal perdamaian sudah berjalan 14 tahun sejak kesepakatan damai antara pemerintah RI dengan GAM ditandatangani, 15 Agustus 2005 silam,” kata Madon.
Masyarakat Aceh, menurut Madon, siap dan berkomitmen tinggi menjaga perdamaian, asalkan isi perjanjian benar-benar direalisasi oleh pemerintah pusat secara baik dengan tanpa ada kecurigaan.
“Jangan ada dusta di antara kita. Mari kita jaga perdamaian yang telah kita capai ini bersama-sama agar perdamaian ini langgeng untuk selamanya,” pintanya.
Tapi, menurut Madon, kenyataannya sudah 14 tahun perdamaian ditandatangani, masih banyak butir perjanjian belum terealisasi dengan baik. Pihaknya, lanjut Madon, mengingatkan kembali kepada pemerintah pusat agar memenuhi janji-janjinya sebagaimana sudah termaktub dalam MoU Helsinki.
Sebagaimana diberitakan, peringatan Milad ke-43 GAM di Pidie diawali dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Tgk. Abubakar. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri seluruh unsur KPA dan PA Wilayah Pidie.[]



