ACEH UTARA – Mahkamah Syariah Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara menangani sebanyak 25 perkara jarimah pemerkosaan pada tahun 2024, meningkat jika dibandingkan 2023.
Panitera Mahkamah Syariah Lhoksukon, Fauzan, S.H., M.H., dikonfirmasi portalsatu.com/, Senin, 6 Januari 2025, menjelaskan 25 perkara pemerkosaan disidangkan pada tahun 2024 terdiri dari 20 perkara yang terdakwanya dewasa, dan 5 perkara anak. Dari 25 perkara tersebut, 3 perkara masih dalam persidangan atau belum diputuskan.
Pada tahun 2023, kata Fauzan, Mahkamah Syariah Lhoksukon memutuskan 16 perkara jarimah pemerkosaan. Sebelas di antaranya perkara dengan terdakwa dewasa, dan lima perkara anak.
“Terdakwa kasus jarimah pemerkosaan itu diputuskan atau divonis pidana penjara, tidak dihukum cambuk. ‘Uqubat cambuk diberlakukan seperti kasus togel atau perjudian. (Para) terdakwa pemerkosaan rata-rata dihukum penjara di atas 10 tahun. Apabila terdakwa pemerkosaan anak di bawah umur maka diputuskan dilakukan pembinaan, tapi tetap di bawah pengawasan negara,” ujar Fauzan.
Informasi dihimpun portalsatu.com/, salah satu perkara jarimah pemerkosaan yang terdakwanya dewasa, telah diputuskan Mahkamah Syariah Lhoksukon pada 2024, dihukum ‘uqubat (pidana) penjara selama 200 bulan (16 tahun 8 bulan). Satu terdakwa perkara pemerkosaan lainnya divonis dengan ‘uqubat ta’zir penjara selama 190 bulan (15 tahun 10 bulan).
Sementara itu, salah satu perkara jarimah pemerkosaan yang terdakwanya anak di bawah umur, majelis hakim Mahkamah Syariah Lhoksukon menjatuhkan ‘uqubat terhadap anak itu berupa pembinaan oleh negara selama 66 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh.[](nsy)



