Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaPerkembangan Fiqh Yusuf...

Perkembangan Fiqh Yusuf Qardhawi dan Karyanya

Yusuf Qardhawi dalam bukunya “Ijtihad Kontemporer” menegaskan bahwa peninjauan ulang terhadap warisan fiqh, tidak terbatas pada hukum-hukum ra’yu atau pandangan. Yaitu hukum-hukum yang dihasilkan oleh ijtihad dalam hal-hal yang tidak ditetapkan nas. Tetapi atas dasar tradisi atau kemaslahatan yang bersifat sementara yang kini tidak ada atau sama sekali tidak memiliki dampak apa pun.

Akan tetapi, peninjauan ulang itu dapat mencakup sebagian hukum yang ditetapkan oleh nas yang bersifat spekulatif, seperti hadis-hadis ahad atau dalil-dalilnya yang bersifat spekulatif pula, di mana hampir sebagian besar nas yang terkandung dalam Alquran dan hadis itu bersifat spekulatif.

Yusuf Qardhawi juga menegaskan bahwa seorang mujtahid pada era sekarang ini terlihat menonjol karena dikaruniai oleh Allah suatu pemahaman yang tidak diberikan kepada orang-orang terdahulu, atau menemukan suatu pendapat yang telah muncul pada sebagian kaum salaf dan khalaf. Namun kemudian pendapat tersebut hilang dan terkubur lantaran saat itu belum diperlukan atau sudah kadaluwarsa. Atau orang yang berpendapat itu belum tenar, atau pendapat tersebut bertentangan dengan tradisi yang sudah mapan sejak sekian tahun atau mungkin karena mendapat tekanan dari pihak penentangnya, baik secara sosial maupun politik, atau pendapat tersebut hilang dari peredaran karena sebab-sebab yang lain.

Pada 1969, Yusuf Qardhawi, yang dikenal sebagai salah seorang ulama modern dan mujtahid, menulis sebuah kitab Fiqh al-Zak?h  yang mempengaruhi pemikiran Muslim di Indonesia secara luas. Satu hal yang baru dalam buku ini adalah tentang konsep zakat jasa. Istilah ini baru dikenal dalam kalangan Muslim Indonesia setelah diperkenalkan oleh Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fiqh al-Zak?h.

Ulama Indonesia, khususnya ulama dayah di Aceh, biasanya hanya merujuk pada kitab-kitab imam mazhab yang tidak menyebutkan istilah ini secara jelas. Yusuf Qardhawi yang menggagas ide tersebut, juga menyebutkan bahwa sistem pendapatan modern, yang berjumlah besar dan diperoleh dari berbagam jenis pekerjaan, tidak dibahas oleh para faqih pada masa lampau.

Namun demikian, Yusuf Qardhawi menyebutkan bahwa gurunya, seperti Abd al-Rahman, Muhammad Abu Zahrah dan Wahab Khalaf, pernah menguraikan persoalan ini dalam kitab Zakat di Damaskus pada 1952. Setelah Yusuf Qardhawi mempublikasikan bukunya Fiqh al-Zak?h, konsep zakat jasa menjadi kajian yang banyak diperdebatkan oleh intelektual Muslim, baik kelompok tradisionalis maupun modernis, dan buku tersebut juga dibaca secara luas oleh Muslim setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Karya beliau

Berikut sejumlah buku karya Yusuf Qardhawi: Dalam bidang Fiqh dan Ushul Fiqh. Sebagai seorang ahli fiqh, Yusuf Qardhawi telah menulis sedikitnya 14 buah buku, baik Fiqh maupun Ushul Fiqh. Antara lain: al-Halal Wa al-Haram Fi al-Islam (Halal dan Haram dalam Islam), al-Ijtihad Fi al-Syariat al-Islamiah (Ijtihad dalam syariat Islam), Fiqh al-Shiym (Hukum Tentang Puasa), Fiqh al-Taharah (Hukum tentang Bersuci), Fiqh al-Ghina' Wa al-Musiqa (Hukum Tentang Nyayian dan Musik).

Sementara itu dalam bidang ekonomi Islam, buku karya Yusuf Qardhawi antara lain: Fikih Zakat, Bay'u al-Murabahah Li al-Amri Bi al-Syira; (Sistem jual beli al-Murabahah), Fawa'id al-Bunuk Hiya al-Riba aal-Haram, (Manfaat Diharamkannya Bunga Bank), Dawr al-Qiyam Wa al-Akhlaq Fi al-Iqtisad al-Islami (Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), serta Dur al-Zakat Fi Alaj al-Musykilat al-Iqtishadiyyah (Peranan zakat dalam Mengatasi Masalah ekonomi). Dalam pengetahuan tentang Al-qur`an dan al-Sunnah, Yusuf Qardhawi menulis sejumlah buku dan kajian mendalam terhadap metodologi mempelajari Alquran, cara berinteraksi dan pemahaman terhadap Alquran maupun Sunnah. Buku-bukunya antara lain: al-Aql Wa al-Ilm Fi al-Qur`an (Akal dan Ilmu dalam al-Qur`an), al-Sabru Fi al-Quran (Sabar dalam al-Qur`an), Tafsir Surah al-Ra'd dan Kayfa Nata'amal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyyah (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah).

Dalam bidang Akidah Islam ini, Yusuf Qardhawi menulis sekitar empat buku, antara lain Wujud Allah (Adanya Allah), Haqiqat al-Tawhid (Hakikat Tauhid), Iman Bi Qadr (Keimanan kepada Qadar). Selain karya diatas, Qardhawi juga banyak menulis buku tentang Tokoh-tokoh Islam seperti al-Ghazali, Para Wanita Beriman dan Abu Hasan al-Nadwi. Yusuf Qardhawi juga menulis buku Akhlak berdasarkan al-Qur`an dan al-Sunnah, Kebangkitan Islam, Sastra dan Sya’ir serta banyak lagi yang lainnya.[]

Sumber : Argunentasi Problema Pada Zakat Pegawai, Khairina, 2013

Baca juga: