SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie tahun 2023 ini akan membangun 57 rumah layak huni untuk warga duafa yang saat ini tidak memiliki rumah layak huni. Ada temuan, calon penerima bukan orang miskin. Pejabat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) coret nama calon penerima rumah bantuan tahun 2023 yang sudah punya rumah layak huni.

Pembangunan rumah layak huni tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2023. Dengan rincian 37 unit sumber DOKA dan 20 unit dari DAU. Lima dari 20 unit bersumber DAU dibiayai rehab.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Kabupaten Pidie, Yusbindar, kepada portalsatu.com/, Kamis, 16 Februari 2023, menjelaskan untuk tahun ini pihaknya kembali membangun 57 rumah bantuan untuk kaum duafa. Saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi calon penerima manfaat.

"Ada 37 rumah dari DOKA tipe 36 dengan harga perunit Rp95 juta. Semua bangun baru lengkap keramik dan plafon," ujarnya.

Sedangkan untuk 20 unit sumber DAU, kata Yusbindar, 5 unit rehab dengan harga perunit Rp25 juta. Sementara 15 unit lainnya bangun baru dengan nilai perunit Rp80 juta. Kondisi bangunannya nanti tanpa keramik dan plafon kamar serta tidak dicat.

"Saat ini, kami sedang melakukan verifikasi penerima, sesuai permohonan yang kami terima, kami turun ke lapangan apakah sesuai dan layak sebagai penerima manfaat," katanya.

Dia mengaku di lapangan ketika dilakukan verifikasi, banyak ditemukan kejanggalan, seperti ada warga yang punya rumah layak huni, tetapi tercantum sebagai calon penerima. Temuan tersebut akan dilaporkan melalui surat kepala dinas untuk ditindaklanjuti.

"Kita temukan penerima sudah memiliki rumah sangat layak huni. Kita tidak mau mengambil risiko jika dipaksakan bangun. Maka kita kirim surat ke atasan. Jika dipaksakan juga, saya tetap tidak mau. Karena, kita tidak mau nantinya ada temuan saat pemeriksaan," tegas Yusbindar.[](Zamahsari)