Nicholas Muchami adalah pahlawan desa Kaganda di Kabupaten Muranga, Kenya, yang berjarak sekitar 80 kilometer di utara ibukota Nairobi. Pria 45 tahun itu secara suka rela memutuskan untuk membangun jalan yang menghubungkan desanya ke pusat perbelanjaan Kaganda.

Nicholas Muchami bukan seorang jutawan, juga tidak dibayar untuk membangun jalan. Dia melakukannya karena desa membutuhkannya.

Pada siang hari, pria yang bersuara lembut itu mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan sampingan dan bekerja sebagai penjaga di malam hari.

Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, kapak, dan sekop, Nicholas Muchami membangun jalan dengan menebas semak-semak belukar untuk bisa menjangkau ke pusat perbelanjaan.

Pasalnya, jalan yang biasa mereka lalui telah diblokade karena dianggap melewati properti pribadi milik orang lain.

Warga desa yang tak punya pilihan harus menempuh jarak sejauh 4 km setiap harinya, untuk bisa menuju pusat perbelanjaan. Namun, para pihak yang berwenang atas proyek jalan itu terus menunda untuk memulai pembangunan.

Nicholas Muchami akhirnya berhasil membuat jalan sepanjang 1,6 km dari daerah yang lebat, menciptakan jalan tanah baru yang cukup lebar.

Meskipun, ia masih memiliki setengah kilometer lagi sebelum menyelesaikan tugasnya, apa yang dilakukannya itu telah menjadi berita utama internasional.

Nicholas Muchami mengatakan kepada Nation bahwa permintaannya untuk membangun jalan yang tak pernah ditanggapi oleh para pemimpin lokal untuk membangun jalan.

Rasa frustrasi inilah yang kemudian mendorong Nicholas Muchami untuk melakukan sesuatu. Nicholas Muchami tahu bahwa dia tidak punya banyak uang untuk menyewa orang untuk membuat jalan, tetapi ia masih memiliki dua hal yang amat penting yakni tangannya dan alat pengerjaan.

“Saya telah membuat permohonan kepada para pemimpin lokal untuk membangun jalan, tetapi semuanya sia-sia. Saat itulah saya memutuskan untuk membangunnya menggunakan alat pertanian saya demi para perempuan dan anak-anak, serta untuk menghemat waktu tempuh,” katanya.

Usahanya itu rupanya telah membuatnya menjadi orang yang sangat dihormati. Para penduduk setempat pun menyatakan rasa terima kasihnya, dan mengatakan bahwa hanya Tuhan yang dapat membayarnya atas kerja kerasnya itu.

Josephine Wairimu, 68, mengatakan dia telah berhenti pergi ke gereja karena akses jalan yang buruk. Namun dengan jalan yang baru, dia bisa kembali mengunjungi gereja setiap hari Minggu.

“Kami berutang banyak padanya. Bahkan saya akan meminta penduduk setempat untuk setidaknya memberinya makanan untuk dimakan saat ia bekerja di bagian jalan yang tersisa,” kata Josephine Wairimu.

“Saya juga senang bahwa sekarang saya akan melanjutkan pergi ke gereja, dua tahun sejak saya berhenti karena kondisi jalan yang buruk, apalagi wilayah ini ada di daerah perbukitan. Tubuh saya lemah,” tambahnya.

Josephine Wairimu mengatakan kabar tentang upaya tanpa pamrih Nicholas Muchami harus sampai ke telinga Presiden Uhuru Kenyatta. Menurutnya, Presiden Uhuru Kenyatta harus memberikan penghormatan dan penghargaan kepadanya atas pekerjaannya.

Berita tentang pekerjaan Nicholas Muchami di jalan telah menyebar di platform media sosial dengan banyak orang menyebutnya sebagai contoh terbaik dari seorang patriot. Para simpatisan telah berbondong-bondong ke rumah Nicholas Muchami dengan membawa serta hadiah.

Dipimpin Esther Wanjiku, para simpatisan mengucapkan selamat kepada Nicholas Muchami dan mendesak pemerintah untuk memberikan apresiasi atas usahanya dalam membangun jalan.

Penulis: Siti Nur Qasanah.[]Sumbergridhot.id / Daily Nation